Telur Mengandung Dioksin, DPRD: Jangan Panik, Lebih Baik Pemprov Urus Sampah Plastik

Ihya Ulumuddin ยท Kamis, 21 November 2019 - 16:27:00 WIB
Telur Mengandung Dioksin, DPRD: Jangan Panik, Lebih Baik Pemprov Urus Sampah Plastik
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jatim, Budiono, memamerkan telur ayam sebagai upaya kampanye menepis isu telur mengandung dioksin. (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – DPRD Jawa Timur (Jatim) meminta Pemprov Jatim tidak panik menyikapi hasil riset tentang kandungan dioksin pada telur di Desa Tropodo, Kabupaten Sidoarjo. Pasalnya, telur yang diduga terpapar racun berbahaya tersebut, skalanya sangat kecil dan tidak beredar di pasaran.

“Telur yang katanya mengandung dioksin itu berasal dari ayam liar, bukan peternak. Telur-telur itu juga tidak dipasarkan. Jadi tidak perlu panik,” kata anggota Fraksi Gerindra DPRD Jatim, Budiono, Kamis (21/11/2019).

Budi menyampaikan, telur yang selama ini dikonsumsi masyarakat mayoritas berasal dari ayam petelur yang dikandangkan dengan memberikan pakan buatan pabrikan. Artinya, telur itu tidak terpapar dioksin sebagainana ramai dikabarkan selama ini.

“Lagi pula, masyararakat juga tidak terpengaruh. Di pasar orang masih berbelanja telur, termasuk di warung-warung STMJ,” kata anggota Komisi E DPRD Jatim ini.

Saat ini, lanjut Budiono, yang perlu dilakukan Pemprov Jatim memikirkan bagaimana menangani masuknya sampah plastik impor. Pasalnya, sampah tersebut sudah terbukti bocor dan beredar di masyarakat. Salah satunya digunakan sebagai bahan bakar pabrik tahu.

“Saya sarankan fokus menangani sampah plastik yang masih beredar di Jatim,” katanya.

Budiono juga mendesak agar Pemprov Jatim membuat regulasi untuk menolak impor sampah plastik. Sebab, dampak negatif yang ditimbulkan dihawatirkan tidak hanya ke telur saja, tapi paparan zat kimia yang ditimbulkan bisa menyebar luas.

Anggota Komisi D DPRD Jatim Sugeng Pujianto menambahkan, saat ini, Jatim sudah bisa dikatakan darurat sampah plastik. Karena itu, perlu ada peraturan daerah (perda) untuk mengaturnya.

“Sampah plastik sudah tidak terkendali. Masyarakat juga kerap membuang sembarangan sampah plastik itu. Imbasnya pada kesuburan tanah dan polusi. Ini harus diatasi. Salah satunya membuat regulasi,” katanya.

Diketahui, hasil penelitian sebuah LSM lingkungan menyebutkan telur di Desa Bangun Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto dan Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, mengandung paparan dioksin dalam jumlah tinggi. Diduga, ayam kampung yang bertelur itu terpapar dioksin karena memakan limbah pabrik tahu yang menggunakan bahan bakar plastik.


Editor : Maria Christina