Tekan Jumlah Pasien Positif Corona di Surabaya, Tim Gabungan Patroli dan Lakukan Rapid Test

Ihya Ulumuddin ยท Selasa, 14 April 2020 - 11:02 WIB
Tekan Jumlah Pasien Positif Corona di Surabaya, Tim Gabungan Patroli dan Lakukan Rapid Test
Ilustrasi rapid test. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Tim gabungan yang terdiri atas anggota Gugus Tugas Jatim Bersama TNI-Polri melakukan patroli skala besar di titik-titik keramaian di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Senin (13/4/2020) malam. Hal ini dilakukan menyusul jumlah pasien positif corona di Surabaya tertinggi dibanding daerah lain di Jatim.

Sebanyak empat kafe yang sering dikunjungi muda mudi di Surabaya disisir petugas. Di antaranya kafe di kawasan Wonokromo, Ngagel, Penjaringan Sari dan juga di kawasan Citraland.

Selain itu, tim juga melakukan sosialisasi persuasif dan penindakan rapid test on the spot (tes cepat di lokasi). Seluruh pengunjung kafe diwajibkan untuk menjalani rapid test Covid-19. Petugas kesehatan yang lengkap berseragam APD sudah menyiapkan seperangkat alat untuk mengambil sampel darah pengunjung.

Dari empat lokasi tersebut, kafe yang terbanyak didapati pengunjung yakni Rolag Cafe yang berada di Jalan Khairil Anwar, wonokromo. Tim gabungan mendapatkan lebih dari 50 warga Kota Surabaya yang masih asik nongkrong.

Pengunjung lalu diedukasi dan diminta untuk menjalani rapid test Covid-19. Screening menggunakan rapid test tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah ada di antara kerumunan massa di titik tersebut yang terindikasi terjangkit Covid-19.

Jika hasilnya positif, maka mereka akan langsung dibawa ke RS milik Pemprov dengan ambulance yang sudah disediakan. Mereka akan dikarantina sembari dilakukan swab PCR. Sedangkan yang hasil screening rapid test-nya negatif maka mereka diperbolehkan pulang.

“Dari hasil tes, semua negatif. Jika ada yang positif maka yang lain juga harus mendapatkan perhatian sebagai ODP. Sebelum dites, pengunjung didata nama dan alamat,” kata Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Joni Wahyuhadi.

Dia mengatakan, langkah ini diharapkan bisa efektif untuk melakukan pencegahan penyebaran virus SARS-CoV-2. Terutama untuk mendorong masyarakat untuk tetap di rumah, menjalankan physical distancing dengan tidak banyak berkerumun.

“Virus covid-19 ini memang bisa sembuh sendiri dengan ketahanan tubuh yang baik untuk melawan virus. Tapi virus ini penularannya melalui manusia dan sangat cepat. Kita tidak akan bisa menyelesaikan kuratif kalau preventifnya tidak ditangani. Karena virus ini bisa sembuh sendiri, jika penyebarannya tidak ada, tidak ada penularan sehingga kasusnya bisa habis,” kata Joni.

Sementara itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, langkah ini diambil sebagai upaya preventif dan promotif pencegahan penyebaran Covid-19 secara masif dan intensif. Pihaknya bekerja sama dengan Polda Jatim dan Pangdam V Brawijaya.

“Langkah patroli berskala besar ini merupakan hasil dari rapat koordinasi kami bersama Bapak Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya, bagaimana melakukan upaya preventif dan promotif pencegahan penyebaran Covid-19 secara masif dan intensif,” kata Gubernur Khofifah.

Menurutnya, dalam dua hari terakhir ini, penambahan angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Surabaya sangat signifikan. Misal pada 12 April 2020, pertambahan di Surabaya mencapai 83 orang. Pada hari berikutnya bertambah 28 orang.

Kini, total angka kasus positif covid-19 di Kota Surabaya yang sudah menyentuh angka 208 orang. Sementara PDP tercatat 523 orang . “Angka tersebut tidak bisa dianggap remeh,” katanya.


Editor : Umaya Khusniah