Tekan Covid-19 Jelang Nataru, Projo Sebar 12.000 Dosis Vaksin Gratis untuk Warga Jatim

Ihya Ulumuddin · Rabu, 24 November 2021 - 20:34:00 WIB
Tekan Covid-19 Jelang Nataru, Projo Sebar 12.000 Dosis Vaksin Gratis untuk Warga Jatim
Ketua Satgas Nasional Gerakan Percepatan Vaksinasi Covid-19 DPP Projo Panel Barus (tengah) menyampaikan rencana vaksinasi di Jatim, Rabu (24/11/2021). (Foto: iNews.id/ihya' ulumuddin).

SURABAYA, iNews.id - DPP Pro Jokowi (Projo) menggelar vaksinasi Covid-19 gratis di 12 kabupaten/kota Jawa Timur. Sebanyak 12.000 dosis vaksin disiapkan dalam percepatan vaksinasi pada 24 dan 25 November. 

Ketua Satgas Nasional Gerakan Percepatan Vaksinasi Covid-19 DPP Projo Panel Barus mengatakan, vaksinasi gratis untuk rakyat Jatim ini dalam rangka mempercepat penanganan pandemi Covid-19 secara nasional. Harapannya Covid-19 bisa ditekan dan ekonomi bangkit kembali. 

"Kami melihat vaksinasi mulai mengendur, padahal sebentar lagi libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Jangan sampai Covid-19 merajalela lagi setelah liburan," katanya di Surabaya, Rabu (24/11/2021).

Panel mengatakan, vaksinasi Covid-19 sengaja digenjot karena terbukti efektif menangani Covid-19. Karena itu pihaknya akan terus menyasar daerah-daerah yang capaian vaksinasinya masih minim. "Ini sudah lama dilakukan di derah lain. Ini satu bukti nyata bahwa Projo turut hadir membantu presiden Jokowi menangani Covid-19," tuturnya. 

Dia mengatakan, vaksinasi gratis untuk rakyat di Jatim merupakan rangkaian kegiatan vaksinasi Projo yang sebelumnya dilakukan di Bodetabek, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan sejumlah provinsi di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.

Panel, yang sekaligus Bendahara Umum DPP Projo, menyoroti keresahan masyarakat mengenai vaksin kedaluarsa akibat terlalu lama disimpan di gudang. Kasus tersebut antara lain terjadi di Kudus, Jawa Tengah.

Dia menegaskan bahwa lepas dari debat istilah kedaluarsa yang kini marak, kejadian itu membuktikan pengabaian nasib rakyat. Vaksinasi merupakan hak rakyat yang harus dipenuhi. Vaksin Covid-19 yang terlalu lama disimpan sehingga kedaluarsa jelas merugikan masyarakat luas. 

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: