Tantang Polisi Duel Pakai Sajam, Residivis Pembunuhan di Sampang Ditangkap

Tikno Arie ยท Rabu, 13 Mei 2020 - 11:13 WIB
Tantang Polisi Duel Pakai Sajam, Residivis Pembunuhan di Sampang Ditangkap
Pelaku bersama sajam diamankan petugas Polres Sampang, Jatim. (Foto: iNews/ Tikno Arie)

SAMPANG, iNews.id – Video seorang laki-laki asal Sampang, Jawa Timur (Jatim) menantang polisi untuk duel menggunakan senjata tajam (sajam) viral di media sosial Facebook. Akibatnya, dia kini diamankan polisi di Mapolres Sampang.

Saifuddin (32) warga Desa Larlar, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang ini ditangkap setelah mengunggah video ancaman kepada aparat melalui akun Facebooknya, Baginda Si Raja Penebar Dosa. Kepada polisi, pelaku mengaku sakit hati karena aparat kerap melakukan razia sajam di wilayah dia tinggal.

Tak cukup hanya mengancam, dalam video tersebut, pelaku juga berkata kotor kepada petugas dalam bahasa madura. Emosi pelaku hingga berani mengajak duel aparat bermula saat temannya, Bahrul memberi saran untuk tidak keluar rumah membawa sajam.

Bahrul mengatakan, jika pelaku nekat, maka akan ditangkap petugas. Sayang, saran Bahrul tidak didengar pelaku. Dia justru emosi dengan mengunggah video ke media sosial bernada ancaman terhadap petugas kepolisian.

Kapolres Sampang, AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro mengatakan, ada tiga sajam yang diamankan petugas saat menangkap pelaku, clurit, parang dan pisau. Selain itu ada juga pistol mainan yang digunakan dalam video untuk mengancam petugas.

“Senjata-senjata ini awalnya akan digunakan untuk melukai petugas, tapi sudah keburu diamankan,” katanya saat rilis kasus di Mapolres Sampang, Selasa (12/5/2020).

Sementara pelaku mengatakan perbuatannya dilandasi rasa iseng dan tidak ada yang menyuruh. “Iseng dan tidak ada yang nyuruh,” katanya.

Saat hendak diringkus polisi, keluarga pelaku meneriaki petugas sebagai maling untuk melindungi tersangka. Namun akhirnya polisi tetap bisa menangkapnya.

Dari hasil penyelidikan, pelaku merupakan residivis kasus pembunuhan pada tahun 2017 di Sampang. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.


Editor : Umaya Khusniah