Tangis Keluarga Antar Keberangkatan Pasukan Perdamaian ke Lebanon

Sony Hermawan ยท Sabtu, 25 Agustus 2018 - 09:52 WIB
Tangis Keluarga Antar Keberangkatan Pasukan Perdamaian ke Lebanon
Seorang prajurit pasukan perdamaian dipeluk erat istrinya yang akan ditinggalkan tugas negara selama 1 tahun 2 bulan. (Foto: iNews/Sony Hermawan)

SURABAYA, iNews.id – Isak tangis keluarga mengantar kepergian 112 personel Maritim Task Force TNI AL yang tergabung dalam pasukan kontingen Garuda XXVIII untuk menjalankan misi pasukan penjaga perdamian (United Nation Interim Force In Libanon/UNIFIL), Jumat (25/8/2018).

Momen haru penuh emosional itu tersaji di Dermaga Komando Armada Dua, Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Para keluarga khususnya kalangan istri seakan tak kuasa untuk melepas kepergiaan ratusan prajurit yang akan menjalankan tugas negara selama setahun dua bulan tersebut.


Kepala Staf Kaskoarmada II Laksamana Pertama TNI ING Sudihartawan mengatakan, sebelum bertolak ke teluk Arab, rombongan yang menggunakan kapal perang KRI-Hasanuddin 366 ini akan terlebih dahulu berlabuh ke Dermaga Armabar di Jakarta untuk menjemput 300 prajurit resimen, yakni pasukan gabungan dari unit TNI AD, AL dan TNI AU.

“Ada 112 personel yang diberangkatkan untuk operasi perdamaian PBB. Sejauh ini, kami sudah mengirimkan 11 kapal ke Libanon,” kata Sudihartawan.

Dia menjelaskan, tugas pokok kontingen garuda yakni bertanggung jawab untuk mendukung angkatan laut Lebanon dalam mengawasi perairan territorial, mengamankan garis pantai dan mencegah masuknya senjata ilegal di negara yang berbatasan dengan Israel dan Syria tersebut.

Pasukan ini juga akan diperbantukan di Batalion Indonesia (Indobat) untuk menjaga keamanan perbatasan Lebanon dan Israel di Al-Qusayir, Lebanon Selatan.“Pengiriman pasukan ini sesuai dengan amanat Undang-Undang, untuk turut serta dalam menjaga perdamaian dunia,” ujarnya.


Kapal perang KRI-Hasanuddin 366 membawa artileri, satu unit helikopter Berco, dan membawa ratusan prajurit perang yang terbagi dalam unit pilot dan crew helikopter, pasukan katak, dan penyelam, serta perwira penerangan dan informasi intelegent.

Dalam misinya, KRI Hasanuddin dipimpin oleh Letkol Laut (P) Cecep Hidayat akan bersandar di Port Beirut. Rute pelayaran menuju Lebanon yaitu melalui Surabaya-Jakarta-Belawan-Colombo (Srilangka)-Salalah (Oman)-Jeddah (Arab Saudi), dan Beirut (Lebanon) dengan jarak tempuh 6.526 mil laut.


Editor : Donald Karouw