Tali Sling Pengaman Putus, Pekerja Tambang Ilegal di Tuban Jatuh ke Jurang Sedalam 40 Meter

Pipiet Wibawanto ยท Senin, 31 Agustus 2020 - 12:32 WIB
Tali Sling Pengaman Putus, Pekerja Tambang Ilegal di Tuban Jatuh ke Jurang Sedalam 40 Meter
Jurang tambang batu kapur ilegal di Tuban yang menjadi lokasi jatuhnya pekerja. (Foto: iNews/Pipiet Wibawanto)

TUBAN, iNews.id - Seorang pekerja tambang kapur tradisional di Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim) tewas setelah terjatuh dari ketinggian 40 meter. Korban dilarikan ke rumah sakit namun dinyatakan meninggal.

Kejadian nahas ini terjadi di tambang batu kapur ilegal Desa Bekti Harjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Minggu (30/8/2020). Korban bernama Ngaslan (45), warga Desa Prunggahan Kulon yang merupakan operator derek atau alat untuk menaikkan batu kumbung.

Korban tewas di tambang ilegal milik kakak kandung, Sutrisno (60). Mengetahui adiknya terjatuh dalam jurang, kakak korban bersama beberapa pekerja berusaha mengevakuasi dengan alat seadanya.

Salah satu pekerja tambang yang juga saksi kejadian, Daryono mengatakan, kejadian nahas ini akibat tali sling pengaman yang putus. Tiang utama derek patah dan terjatuh ke dalam galian tambang ilegal itu bersama korban.

“Korban tidak tahu tali sling putus karena terhalang truk sedang muatan kumbung. Korban meninggal di lokasi kejadian sementara keluarga tetap membawanya ke rumah sakit. Mereka berharap korban masih dapat diselamatkan,” katanya.

Setelah dinyatakan meninggal oleh petugas medis, jenazah korban segera dibawa pulang ke rumah untuk disemayamkan. Tetangga dan kerabat pun langsung memadati rumah duka.

Sementara, aparat dari Polsek Semanding, Tuban yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan para saksi. Hasilnya, korban tewas akibat terjatuh dari tambang.

“Korban coba menahan tapi ternyata jatuh terpeleset. Korban mengalami luka parah pada kepala dan tangan yang membuatnya tewas seketika,” kata Kanit Reskrim Polsek Semanding, Iptu Haryono.


Editor : Umaya Khusniah