Tak Dihadiri Menag, Puncak Hari Santri di Jatim Dibuka Wapres Ma'ruf Amin

Rahmat Ilyasan ยท Minggu, 27 Oktober 2019 - 23:30 WIB
Tak Dihadiri Menag, Puncak Hari Santri di Jatim Dibuka Wapres Ma'ruf Amin
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin membuka puncak Peringatan Hari Santri Nasional 2019 dengan menabuh beduk di Surabaya, Jatim. (Foto: iNews/Rahmat Ilyasan)

SURABAYA, iNews.id - Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin membuka puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 yang digelar di Kantor PWNU Jawa Timur, Minggu (27/10/2019). Acara itu tanpa dihadiri Menteri Agama Fahrul Razi.

Selain KH Ma’ruf Amin, beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju tampak hadir di antaranya Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, serta Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Dalam sambutannya, Wapres Ma’ruf Amin menegaskan peran santri cukup besar dalam perjuangan kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan RI hingga muncul resolusi jihad.

Wapres berharap santri saat ini bisa mencontoh santri terdahulu yang mempunyai komintemen besar untu NKRI.

Ketua MUI nonaktif itu juga berharap santri memerangi kelompok separatis radikalis dan teroris yang ingin mengacaukan dan merusak NKRI. “Santri harus bisa meneruskan perjuangan santri sebelumnya, pendiri Nahdlatul Ulama,” katanya.

Usai dibuka oleh Wapres Ma’ruf Amin dengan menabuh beduk, peringatan HSN 2019 yang bertemakan Santri Culture Night Carnival dimeriahkan dengan kirab dari sayap badan otonom NU dan marching band TNI Angkatan Laut, serta sejumlah elemen masyarakat.

Ketua Panitia HSN 2019 PWNU Jatim KH Abdussalam Shohib mengatakan, alasan tak mengundang menag karena bukan berlatar belakang santri. Sementara seluruh tamu undangan, khususnya para tokoh nasional berasal dari kalangan santri.

“Beliau (Menag Fachrul Razi) tak masuk dalam daftar tamu undangan pada puncak acara Hari Santri Nasional,” ujar Gus Salam-sapaan akrabnya, Jumat (25/10/2019).

Dia mengungkapkan, tidak ada korelasi ataupun relevansi untuk mengundang menag. Selain itu, panitia juga belum mengenal dan tak tahu harus mengundangnya ke mana.


Editor : Kastolani Marzuki