Suspect Covid-19 di Ponorogo Tak Bisa Jalan usai Diisolasi, Warga Protes

Ahmad Subekhi ยท Senin, 24 Agustus 2020 - 15:55 WIB
Suspect Covid-19 di Ponorogo Tak Bisa Jalan usai Diisolasi, Warga Protes
Puluhan warga mendatangi Puskesmas Sampung, Senin (24/8/2020). (Foto: iNews.id/Ahmad Subekhi)

SURABAYA, iNews.id – Puluhan Warga Desa Nglurup, Kecamatan Sampung, Ponorogo, mendatangi Puskesmas Sampung, Senin (24/8/2020). Warga ini protes dan meminta puskesmas bertanggung jawab lantaran pasien  suspect Covid-19 tidak bisa berjalan pascaperawatan.

Sekitar pukul 10.00 WIB, puluhan warga datang dan masuk ke ruang pelayanan untuk bertemu kepala puskesmas. Mereka datag penuh emosi. Begitu tiba, mereka langsung menerobos masuk ke ruang pelayanan, tanpa memedulikan protokol kesehatan.

“Kami datang untuk bertemu kepala puskesmas,” teriak salah seorang warga kepada petugas jaga.

Banyaknya warga yang datang membuat petugas tak berdaya, sehingga mereka dibiarkan masuk, meskti tanpa protokol kesehatan.

Informasi yang dihimpun, aksi massa ini bermula saat Satgas Covid-19 Ponorogo menjemput Dwi Hartini, warga Desa Nglurup di rumahnya. Alasannya, Dwi reaktif saat rapid test. Saat itu juga Dwi yang masih sehat dibawa menuju rumah sakit.

Selama di rumah sakit, Dwi dirawat dan diisolasi layaknya pasien Covid-19. Bahkan, Dwi juga sempat di tes swab hingga dua kali, tetapi, dua kali pula hasilnya negatif. Karena itu, Dwi pun kembali dipulangkan.

Namun, setiba di rumah, kondisi kesehatan Dwi Hartini justru memburuk. Bahkan, tubuhnya lemas, tidak bisa berjalan. Ironisnya, Satgas Covid-19 tidak segera turun tangan dan melakukan perawatan lanjutan.

Kondisi inilah yang membuat keluarga dan warga marah. Mereka menduga ada yang tidak beres selama Dwi menjalani karantina. “Karena itu, hari ini kami datang ke sini untuk meminta pertanggungjawaban,” kata perwakilan massa, Ridwan.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sampung, Suprijanto mengaku tidak bisa berbuat banyak atas protes warga tersebut. Alasannya, belum ada petunjuk apa pun dari Dinas Kesehatan atas persoalan tersebut.

Kecewa dengan jawaban tersebut, puluhan warga akhirnya membubarkan diri. Namun, mereka mengancam akan datang lagi untuk menuntut pihak puskesmas maupun Dinas Kesehatan Ponorogo.


Editor : Ihya Ulumuddin