Sungai Irigasi Diuruk Pelaksana Proyek Jalur Lingar Selatan, Petani di Tuban Protes

Pipiet Wibawanto ยท Kamis, 10 September 2020 - 12:26 WIB
Sungai Irigasi Diuruk Pelaksana Proyek Jalur Lingar Selatan, Petani di Tuban Protes
Sungai yang diuruk pelaksana proyek lingkar selatan Tuban membuat petani meradang. (Foto: iNews/Pipiet Wibawanto)

TUBAN, iNews.id - Belasan petani Desa Sugiharjo, Kecamatan Tuban, Tuban, Jawa Timur (Jatim) menghentikan alat berat proyek jalur lingkar selatan atau ring road di kabupaten setempat, Rabu (9/9/2020). Pasalnya, proyek tersebut membuat sungai yang biasanya dimanfaatkan petani untuk irigasi diuruk dengan tanah dan batu.

Para petani yang meradang meminta agar di atas sungai tersebut segera dibangun sebuah jembatan. Sehingga fungsi irigasi dari sungai tersebut dapat kembali seperti semula.

Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Tuban, Karso mengatakan petani tidak pernah diajak bicara terkait pengurukan sungai tersebut. Sungai tersebut tiba-tiba diuruk, padahal hari Rabu merupakan jadwal air masuk ke sawah petani.

“Kami meminta agar urukan tanah dan batu di sungai kembali diangkat. Fungsi sungai dikembalikan seperti semula,” katanya.

Air sungai ini juga dimanfatkan petani di tiga desa yakni, Sugiharjo, Perbon dan Mondokan.

Sementara itu, pelaksana proyek, Koko mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan beberapa petani pada hari Minggu (6/9/2020). Petani-petani tersebut meminta agar di bawah sungai yang diuruk diberi pipa pengganti.

“Sudah saya kasih pipa, ternyata kurang ke bawah. Akhirnya hari Senin sore dibongkar lagi,” katanya.

Koko mengaku, belakangan petani meminta agar pipa diganti dengan gorong-gorong. Namun demikian, permintaan petani belum dilaksanakan.


Editor : Umaya Khusniah