Sudah Sebulan Lebih, Belum Ada Tersangka Kasus Perwarna Pupuk yang Tumpah ke Kali

Sindonews.com, Ashadi Iksan ยท Jumat, 07 Februari 2020 - 13:53 WIB
Sudah Sebulan Lebih, Belum Ada Tersangka Kasus Perwarna Pupuk yang Tumpah ke Kali
ondisi pewarna pupuk PT Petrokopindo Citra Selaras (PCS) saat tumpah dan mengalir ke kali sekitar, Jumat (31/1/2020) lalu. (Foto: SINDOnews/Ashadi Iksan)

GRESIK, iNews.id – Hingga saat ini, belum ada yang ditetapkan menjadi tersangka atas kasus tumpahan pewarna pupuk milik PT Petrokopindo Citra Selaras (PCS) di Gresik, Jawa Timur (Jatim). Sementara Komisi III DPRD Gresik menganggap ada unsur kesengajaan dalam kasus tumpahnya pewarna ini ke selokan Sungai Yosowilangun-Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

Kanit Tipiter Satreskrim Polres Gresik, Iptu Igo Akbar mengatakan kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Sudah ada sejumlah orang yang dimintai keterangan.

“Terkait dugaan keteledoran kami terus kaji lebih dalam,” kata Igo Akbar, Kamis (6/2/2020).

Selain itu, polisi juga masih menunggu hasil uji laboratorium dari DLH untuk mengetahui berbahaya atau tidaknya pewarna pupuk ini.

Sebelumnya, warga di Jalan Bali, Desa Roomo, Kecamatan Manyar, sempat dibuat resah karena air kali di sekitar rumah mereka berubah warna menjadi oranye, Jumat (31/1/2020).

Anggota DPRD Gresik menduga tumpahnya pewarna pupuk milik PT Petrokopindo Citra Selaras (PCS), merupakan keteledoran perusahaan. “Jelas ada dugaan keteledoran di situ. Biar ini menjadi tugas polisi,” kata Sekretaris Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi.

Selain itu, yang menjadi perhatian yakni saluran pembuangan. Karena itu, DPRD Gresik akan berkoordinasi dengan dinas terkait izinnya.

Dia mengatakan, tumpahnya pewarna yang menyebabkan kali di sekitar gudang PT PCS menjadi warna oranye itu menjadi perhatian serius. Dirinya akan bertindak setelah mengetahui hasil uji laboratorium dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik.

Pihaknya juga berharap dugaan keteledoran itu didalami oleh aparat kepolisian resort gresik. “Kalau misalnya zat pewarna itu berbahaya, masyarakat yang dirugikan,” kata dia.


Editor : Umaya Khusniah