Sudah 300 Ha Lahan Terbakar di Jatim, BPBD Imbau Warga Waspada

Ihya Ulumuddin ยท Jumat, 21 Agustus 2020 - 10:08:00 WIB
Sudah 300 Ha Lahan Terbakar di Jatim, BPBD Imbau Warga Waspada
Kebakaran hutan di Bojonegoro beberapa waktu lalu.(Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) meminta warga Jatim waspada terhadap ancaman kebakaran hutan. Sebab, saat ini kebakaran sudah melanda lebih dari 300 hektare (ha) lebih hutan dan lahan di Jatim.

“Sampai pertengahan Agustus ini, sudah 300 ha hutan yang terbakar. Maka ini harus diwaspadai. Jangan sampai meluas, apalagi menimbulkan korban,” kata Kepala Pelaksana BPBD Jatim Suban Wahyudiono, Jumat (21/8/2020).

Suban mengatakan, titik kebakaran hutan dan lahan tersebut terpantau di beberapa daerah, seperti Nganjuk dan Banyuwangi. “Kami masih pantau terus,” katanya.

Dia berharap luasan kebakaran hutan dan lahan tersebut tidak menyamai tahun lalu. Dari luas lahan Perhutani di Jatim yang mencapai 1,3 juta ha, sebanyak 23.000 ha lahan terbakar pada tahun 2019. “Semoga tahun ini agak lebih sedikit,” ujarnya.

Pihaknya mengakui, kebakaran hutan dan lahan tahun 2019 terbilang cukup parah. Titik api tersebar hampir merata di sejumlah daerah di Jatim. Bahkan, tujuh gunung nyaris terbakar bersamaan, dengan ketinggian 1000-1500 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Situasi itu, kata Suban, sedikit menyulitkan pemadaman. “Pemadaman secara manual tidak mungkin kita berangkat ke ketinggian itu. Butuh waktu 6-8 jam perjalanan. Semoga tahun ini ya ada kebakaran, tapi letaknya tidak berada di ketinggian,” katanya.

Laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang diterima BPBD Jatim, Jatim sudah memasuki puncak musim kemarau. Meski sudah masuk masa puncak, Suban tidak berani berspekulasi soal kebakaran. Menurutnya, bencana tidak bisa diprediksi dan bisa kapan pun terjadi.

“Kita ketahui bersama bahwa kejadian bencana kita tak tahu kapan di mana. Tapi bencana punya siklus. Ada ulang tahun satu tahun seperti banjir di Gresik. Ada yang lima tahun, bahkan ratusan tahun seperti Covid-19,” katanya.

Pastinya, kata dia, BPBD Jatim sudah menyiapkan peralatan untuk siap siaga menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Peralatan ini untuk membantu kebakaran hutan dan lahan di wilayah dataran rendah, atau medan yang mudah terjangkau.

“Tetapi kalau seperti tahun lalu itu di ketinggian 1000-1500 meter di tebing, rasanya kemiringan 60 derajat susah dijangkau. Makanya kemarin pinjam heli dari TNI,” katanya.


Editor : Ihya Ulumuddin