Suami di Mojokerto Sewa 5 Orang untuk Aniaya Selingkuhan Istri hingga Luka

Sholahudin ยท Minggu, 19 Januari 2020 - 13:00 WIB
Suami di Mojokerto Sewa 5 Orang untuk Aniaya Selingkuhan Istri hingga Luka
Kapolres Mojokerto, AKBP Feby Dapot Parlindungan Hutagalung menunjukkan barang bukti pedang yang digunakan saat pengeroyokan dan foto korban. (Foto: iNews/Sholahudin)

MOJOKERTO, iNews.id – Seorang suami di Mojokerto, Jawa Timur (Jatim) marah besar setelah mengetahui istri berselingkuh. Dia menyewa lima orang untuk menganiaya selingkuhan istri.

Ahmad Ali Mustofa (31), warga Desa Mojokembang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto nekat menganiaya selingkuhan istri bernama Muhammad Sahrul Hafid (19), warga Desa Pungging, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Korban diketahui masih berstastus pelajar di Mojokerto.

Modusnya, pelaku meminta lima rekan untuk menganiaya korban dengan imbalan Rp1 juta. Mereka yakni Nur Hasan (36) warga Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging; Wiwit Ariyanto (26), warga Desa Sumberkembar, Kecamatan Pacet; Hamza Zainul Ma’aruf (23), warga Desa Kertosari, Kutorejo; Vina Octavia Dewi (21) warga Desa Tanjung Kenongo, Kecamatan Pacet; dan satu lagi perempuan yang tengah hamil bernama Yanti.

Tersangka Vina dan Yanti yang bertugas mengajak korban bertemu di Stadion Mojosari. Akhirnya keduanya bertemu korban di Pasar Malam Mojosari. Tersangka Vina lalu minta diantar pulang ke Pacet.

Namun sampai di Jalan Raya Gua Gembyang, Kecamatan Pacet, korban dicegat empat tersangka lain. Mereka langsung menghajar beramai-ramai menggunakan pedang hingga korban mengalami luka di wajah dan punggung.

BACA JUGA: Suami Tikam Istri di Pangkep hingga Tewas karena Jengkel Mobil Dijual

“Korban dihubungi teman saya yang hamil, diajak ketemu di Stadion Mojosari, saya ikut saja,” katanya saat ekspos kasus di Mapolres Mojokerto, Jumat (17/1/2020).
Tersangka Vina mengaku mendapat upah Rp150.000 untuk memancing korban.

Kapolres Mojokerto, AKBP Feby Dapot Parlindungan Hutagalung mengatakan total tersangka ada enam orang termasuk otak pelaku. Satu tersangka kabur dan satu tersangka lain yang hamil, tidak dilakukan penahanan.

“Korban kini masih dirawat di rumah sakit dan menderita luka yang membekas seumur hidup,” katanya, Jumat (17/1/2020).

Selain pedang, polisi juga menyita dua sepeda motor yang digunakan para pelaku. Mereka dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara.


Editor : Umaya Khusniah