get app
inews
Aa Text
Read Next : 3 Jalur Alternatif ke Pasuruan, Pilihan Aman Hindari Kepadatan Wisata dan Jalur Utama

Sosok Ki Ageng Gribig, Penyebar Islam saat Kerajaan Mataram Ekspansi Kekuasaan ke Malang

Sabtu, 25 Maret 2023 - 06:16:00 WIB
Sosok Ki Ageng Gribig, Penyebar Islam saat Kerajaan Mataram Ekspansi Kekuasaan ke Malang
Makam Ki Ageng Gribig di Malang, Jawa Timur. (Foto: Avirista Midaada)

JAKARTA, iNews.id - Kerajaan Mataram Islam melakukan ekspansi wilayah kekuasaan secara massif di era kepemimpinan Sultan Agung. Ekspansi itu juga membawa misi penyebaran agama Islam.

Salah satu sosok yang membawa misi ekspansi kekuasaan sekaligus penyebaran agama Islam itu adalah Ki Ageng Gribig. Konon, dia tokoh yang menyebarkan Islam hingga ke Pasuruan dan Malang, Jawa Timur.

Ada banyak cerita terkait sosok Ki Ageng Gribig. Konon dia berasal dari Bagelan, Purworejo yang kemudian menyebarkan Islam hingga Pasuruan dan Malang Raya. Ki Ageng Gribig juga dikenal sebagai umara atau pemimpin di masanya.

"Ki Ageng Gribig ini awalnya itu ditugaskan di Pasuruan. Sementara Malang adalah kota bawahan dari Pasuruan saat itu," kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesarean Ki Ageng Gribig di Malang, Devi Nur Hadianto, Sabtu (25/3/2023).

"Setelah beliau ditugaskan atau mungkin jadi umara di Pasuruan, terus dia bergeser ke Malang ini. Sekarang pun masyarakat Pasuruan masih mempunyai keterikatan emosional dengan Ki Ageng Gribig yang ada di lokasi saat ini," ujarnya.

Ki Ageng Gribig dimakamkan di Malang, di sebuah pesarean (permakaman) yang berada di jalan yang diberi nama sesuai namanya.

Menurutnya, Ki Ageng Gribig bukan merupakan nama asli. Ki Ageng Gribig adalah sebuah sebutan. Ada dua versi terkait nama asli Ki Ageng Gribig. 

Versi pertama menyatakan, nama asli Ki Ageng Gribig adalah Raden Ario Pamoetjong. Versi kedua menyatakan Ki Ageng Gribig memiliki nama asli Raden Mosi Bagono, yang konon merupakan keturunan Menak Koncar, ksatria dari Mataram.

"Nama khas banget dari kulon, Ario Mosi Bagono. Mosi Bagono itu nama-nama khas Mataram Islam. Beberapa tetua kami juga mengatakan beliau ini hidup pada masa mulai banyak dikirimnya senopati (prajurit) Mataram ke arah wetan (timur)," katanya.

Nama Ki Ageng Gribig konon muncul karena sosoknya ditugaskan untuk menyebarkan agama Islam di kampung yang bernama Gribig. Kampung di sekitar permakaman itu konon jauh lebih ada sejak zaman era Kerajaan Majapahit di masa pemerintahan Raja Tribhuwana Tunggadewi.

"Ada yang mengatakan beliau ini karena kampungnya kampung gribig. Tapi ada juga analisis mengatakan rumah-rumah di sini itu atapnya gribig. Gribig itu dari ijuk tebal," ujarnya.

Ada istilah penyebutan Gribig berasal dari kata istilah bahasa Arab Al Maghribi. Konon istilah ini juga berkaitan dengan nisan yang ditemukan di Kesultanan Demak.

Di Kompleks pemakaman Ki Ageng Gribig juga terdapat beberapa makam dengan nisan bertuliskan bahasa Arab yang konon juga terkait asal usul Ki Ageng Gribig. 

"Ada juga sebenarnya kalau menurut tulisan, bukan Ki Ageng Gribig tapi Kyai Ageng Gribig. Jadi sosok yang boleh dikatakan sepuh lebih ke kyai atau umaro. Gribig ada yang menerjemahkan nggrebek, penyampaian syiar Islamnya ramai," katanya.

Namun analisis sejarah itu disebut Devi masih belum memiliki catatan yang pasti. Sebab, ada beberapa segmen sejarah yang masih belum terungkap dan menjadi misteri. 

Catatan mengenai sosok Ki Ageng Gribig masih minim. Namun bisa dipastikan sosoknya merupakan penyebar agama Islam dari kawasan sekitar Yogyakarta yang dahulu menjadi basis Kesultanan Mataram Islam.

Editor: Reza Yunanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut