Sindikat Pemalsu Dokumen Negara Ditangkap, Pelaku Beroperasi Selama 1 Tahun

Nur Syafei ยท Jumat, 24 Januari 2020 - 19:10 WIB
Sindikat Pemalsu Dokumen Negara Ditangkap, Pelaku Beroperasi Selama 1 Tahun
Ketiga pelaku pemalsu dokumen negara ditangkap di Surabaya, Jatim. (Foto: iNews/Nur Syafei)

SURABAYA, iNews.id - Sindikat pemalsu dokumen negara berhasil diringkus Jajaran Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Selain mengamankan tiga tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa lembaran dokumen negara palsu.

Ache Angkasa alias Aceng (36) Warga Jombang, Alikhun (70) asal Banjarbendo, Sidoarjo dan Ma’ruf (50) warga Sukodono, Sidoarjo ditangkap polisi. Dokumen yang biasa dipalsukan di antaranya SIM, KTP, STNK, Akta Kelahiran, Akte Cerai, Kartu Keluarga hingga NPWP.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku memiliki tugas masing-masing. Ache Angkasa alias Aceng bersama Alikhun bertugas sebagai calo atau pencari konsumen. Sedangkan Ma’ruf berperan sebagai desainer sekaligus pencetak dokumen sesuai dengan pesanan.

Kepada polisi, pelaku mengaku mematok harga mulai dari Rp400.000 hingga Rp1 juta untuk membuat satu kartu identitas palsu.

Alikhun mengaku tiap mendapat pesanan, dia mengambil untung Rp200.000. “Buat ngopi sama makan uangnya,” katanya, Kamis (23/1/2020).

BACA JUGA: Bea Cukai Sita Satu Kontainer Pulpen Tiruan dari China Senilai Rp1 Miliar

Sementara Ma’ruf mengaku dokumen palsu dibuat dengan cara diprint warna. Data diisi sesuai pesanan konsumen. Setelah data terisi, lalu dilaminating.

“Paling susah buat SIM,” katanya.

Ma’ruf mengatakan pesanan tidak selalu ada setiap hari. Bahkan dalam satu minggu, pesanan tidak sampai lima buah.

Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Ryzki Wicaksana mengatakan penangkapan pelaku berasal dari laporan polisi lalu lintas. Polisi lalu melakukan penyelidikan.

“Mereka sistemnya ngeprint di warnet. Kami temukan format data dokumen negara yang disimpan dalam flasdisk. Mereka beroperasi sudah satu tahun,” katanya.

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan pasal penipuan dan pemalsuan dokumen seperti yang diatur dalam pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.


Editor : Umaya Khusniah