Siapkan Rusun dan Dokter Spesialis, Pemprov Jatim Bantu Penanganan Bayi Hidrosefalus

Ihya' Ulumuddin ยท Minggu, 08 Desember 2019 - 09:25 WIB
Siapkan Rusun dan Dokter Spesialis, Pemprov Jatim Bantu Penanganan Bayi Hidrosefalus
Ibu bayi Pandhu penderita hidrosefalus, Dina Oktaviani (dua dari kiri) saat ditemui tim penanganan Pemprov Jatim, Minggu (7/12/2019)

SURABAYA, iNews.id - Perkembangan bayi bernama Pandhu yang penderita cleft tessier hydrocephalus myelemeningocele mendapat perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). Setelah menyiapkan rumah susun untuk tempat tinggal, pemprov kini menurunkan tim dokter spesialis untuk menangani bayi yang telah ditinggalkan ayahnya tersebut.

Tim dokter dari RSUD dr Soetomo yang menanganginya terdiri atas dokter bedah syaraf, bedah plastik, dokter bius dan dokter anak.

"Usai mendengar tentang kisah bayi Pandhu bersama ibunya, saya langsung minta RSUD dr Soetomo dan PU Cipta Karya untuk mengambil langkah cepat dan mengoordinasikan terkait hal ini secara solutif dan cepat," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Minggu (8/12/2019).

BACA JUGA: Memilukan, Ibu Muda di Surabaya Ini Diceraikan Suami karena Lahirkan Anak Cacat

Khofifah mengatakan, sebelumnya RSUD Dr Soetomo telah melakukan operasi pertama pada bayi Pandhu untuk mengeluarkan cairan dalam otaknya lewat pemasangan selang yang berlangsung kurang lebih selama 1 jam.

"Sesuai hasil kordinasi saya dengan dirut rumah sakit dr Soetomo, rencananya hasil operasi bayi Pandhu akan dievaluasi lagi besok Senin (9/12). Untuk cek hasil operasi, penutupan luka hingga penambahan berat badan. Setelah itu, tim dokter baru akan ditentukan langkah operasi selanjutnya," kata Ketua Umum PP Muslimat NU tersebut.

Mengenai pembiayaan, Khofifah mengatakan sementara masih menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. Namun jika pembiayaannya kurang, maka biaya semua kebutuhan layanan kesehatan akan ditambah dengan anggaran Pemprov Jatim. Dan jika ada yang ingin membantu untuk kehidupan keseharian mereka dipersilahkan sebagai solidaritas sosial.

Sementara terkait fasilitas Rusunawa Gunungsari, bayi Pandhu beserta sang ibu Dina ditempatkan di lantai dasar IA 12 sejak 3 Desember silam. Kamar yang memang dikhususkan bagi lansia dan difabel tersebut telah dilengkapi dengan sejumlah perabotan rumah. Lantai dasar ini sengaja dipilih untuk memudahkan jika sewaktu- waktu bayi Pandhu membutuhkan layanan tertentu.

"Biaya sewa rusunnya juga kami gratiskan hingga ibu Dina kami nilai dapat mandiri untuk membiayai hidupnya beserta bayinya," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mendoakan agar bayi Pandhu selalu diberikan kemudahan pengobatan dan segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Untuk keluarga diberi kekuatan, kesabaran dan kebahagiaan dalam menghadapi cobaan tersebut.

Diketahui, bayi Pandhu dan ibunya Dina Oktaviani (21), tinggal di rumah petak tidak layak huni di kawasan Jojoran, Kota Surabaya. Nasib mereka kian pilu karena ayah Pandhu, suami Dina, pergi saat tahu anaknya terlahir cacat. Dia menceraikan Dina lantaran memiliki anak penderita hidrosefalus.


Editor : Donald Karouw