Seumur Hidup, Pasangan Lansia Miskin di Sampang Ini Tak Pernah Tersentuh Bantuan

Tikno Arie ยท Sabtu, 30 Mei 2020 - 11:29 WIB
Seumur Hidup, Pasangan Lansia Miskin di Sampang Ini Tak Pernah Tersentuh Bantuan
Pasangan lansia miskin penderita tuna netra di Sampang, Madura.(foto: Tikno Arie)

SAMPANG, iNews.id – Pasangan lanjut usia (Lansia) Sunami dan Sumangit, warga Jalan Mutiara Kelurahan Banyuanyar, Sampang, belum pernah tersentuh bantuan pemerintah. Pasangan miskin ini hidup serba kekurangan di tengah wabah pandemi Covid-19.

Sumangit menderita kebutaan sejak 10 tahun terakhir. Sementara Sunami tidak bekerja apa-apa. Untuk bertahan hidup, keduanya hanya mengandalkan jasa pijat kepada warga sekitar. Kini, pasangan tanpa keturunan ini makin terpuruk karena order pijat juga berkurang.

Sebelum corona, tetangga masih sering menggunakan jasanya untuk memijat. Namun, kini dalam sepekan tak kurang dari tiga orang. Bahkan, kadang tidak ada sama sekali.

Ditemui di rumah petak, tempat tinggalnya, pasangan lansia ini hanya pasrah. Sebab, namanya tidak pernah masuk daftar penerima bantuan. Baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, termasuk saat pandemi corona ini.

Karena itu, saat warga tetang sibuk menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp600.000 atau paket sembako, Sunami dan Suami hanya bisa menahan sabar. “Tidak kaget. Sebab, seumur hidup, memang tidak pernah dapat bantuan dari pemerintah,” katanya.

Karena itu, untuk menyambung hidup di tengah pandemi ini, dia berharap ada perhatian dari pemerintah. Sebab, memijat sebagai satu-satunya pekerjaan juga mulai sepi.

“Tak toman eberrik sakaleh salama dedih manosah nak. Kaangguy biaya odik, engko pelet. lakoh melet engkok. Neng sitong duwek nak. Abek sepeh mon satiya (Selama ini tidak pernah mendapat bantuan sama sekali nak. Buat biaya hidup ya kerja pijat. Tetapi sekarang sepi. Hanya satu dua orang. Sepi kalau sekarang,” katanya.

Ketua rukun tetanggga (RT) setempat, Heru Susanto membenarkan kondisi warganya tersebut. Bahkan, bukan hanya pasangan lansia itu saja, ada banyak ratusan warganya yang hidup di bawah garis kemiskinan belum mendapatkan bantuan.

Karena itu, dia terus berjuang untuk mengusulkan bantuan kepada pemerintah setempat. “Saya bersama ketua RT lain terus mendata ulang agar warga miskin seperti nenek Sunami dan kakek Sumangit ini dapat bantuan,” katanya.

Diketahui, hingga saat ini, warga terdampak corona di Kabupaten Sampang semakin meluas. Sebab, jumlah kasus korona juga terus bertambah. Data per 30 Mei, jumlah kasus positif mencapai 26 orang. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 21 orang, dan Orang Dalam Pemantauan 485 orang.


Editor : Ihya Ulumuddin