Sering Ditolak Istri, Kakek Berusia 60 Tahun di Jombang Cabuli Nenek

Muchtar Bagus ยท Rabu, 09 Mei 2018 - 16:19 WIB
Sering Ditolak Istri, Kakek Berusia 60 Tahun di Jombang Cabuli Nenek
Kakek cabul yang perkosa nenek saat gelar perkara di Mapolres Jombang. (Foto: iNews/Muchtar Bagus)

JOMBANG, iNews.id – Kasus dugaan pemerkosaan menggemparkan masyarakat Desa Parimono, Kecamatan Kota Jombang, Jombang, Jawa Timur (Jatim). Seorang kakek berinisial R (60) diduga mencabuli tetangganya, nenek berusia 55 tahun yang memiliki keterbelakangan mental.

Informasi yang dihimpun iNews, kasus pencabulan itu terungkap setelah keluarga sang nenek berinisial KH merasa curiga dengan kondisinya yang mengalami perubahan. Setelah didesak, korban mengaku sering dicabuli oleh pelaku. Tanpa menunggu lama, keluarga korban melaporkan R ke pihak berwajib.

Mendapat laporan masyarakat, anggota Polres Jombang menindaklanjuti dan mengamankan R di rumahnya tanpa perlawanan. Pelaku hanya bisa pasrah saat petugas menggiringnya ke kantor polisi. Dari hasil pemeriksaan sementara, R mengakui perbuatan yang dituduhkan kepadanya.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setya Budi mengatakan, pemerkosaan itu telah pelaku lakukan sebanyak lima kali. Setiap selesai berbuat cabul, pelaku memberi uang kepada korban agar tidak menceritakan kejadian itu kepada orang lain.

“Pelaku memanfaatkan keterbelakangan mental korban dan membujuknya. Setelah korban terperdaya, pelaku melancarkan aksinya,” kata Gatot, Rabu (9/5/2018).

Gatot mengungkapkan, sesuai keterangan pelaku, hubungan rumah tangga pelaku dengan istrinya berjalan kurang baik. Tindakan itu dia lakukan karena istri kerap menolak saat diajak berhubungan intim.

“Korban dan pelaku bertetangga, tempat tinggal mereka hanya berjarak empat rumah,” ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 286 KUHP tentang kejahatan asusila terhadap korban yang memiliki keterbelakangan mental, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

“Status pelaku saat ini kami tahan untuk kepentingan penyelidikian,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw