Seorang Pelajar Hilang saat Mendaki Gunung Arjuno di Pasuruan

Jaka Samudra ยท Jumat, 21 Desember 2018 - 18:13 WIB
Seorang Pelajar Hilang saat Mendaki Gunung Arjuno di Pasuruan
Data pelajar hilang saatv mendaki Gunung Arjuno di Pasuruan, Jatim. (Foto: iNews/Jaka Samudra)

PASURUAN, iNews.id – Pendakian rombongan pelajar SMK asal Surabaya ke Gunung Arjuno yang terletak di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), mendadak menjadi musibah. Tiga orang hilang. Petugas gabungan berhasil mengevakuasi dua pendaki, sedangkan seorang lagi belum ditemukan hingga Jumat (21/12/2018).

Informasi yang dirangkum iNews, identitas pendaki hilang yakni Faiqus Samsi (17) warga Kendangsari, Surabaya. Dia dilaporkan naik Gunung Arjuno bersama enam rekannya sejak Minggu (16/12/2018). Pada Selasa (18/12/2018), dirinya dilaporkan hilang kepada petugas jaga Taman Wisata Alam Tretes di Kecamatan Prigen.

Kejadian berawal saat dua rekannya tidak kuat untuk turun gunung. Cuaca ketika itu sedang hujan petir. Mereka tetap bertahan sementara rombongan lain turun. Kemudian korban naik yang awalnya ikut turun kembali naik ulang untuk menjembut dua rekannya. Dia meninggalkan bahan makanan dan ponselnya kepada teman-teman lainnya. Namun sejak saat itu, Faiqus tak lagi kembali. Dia diduga tersesat karena jalur pendakian Gunung Arjuno yang menantang.

Petugas gabungan dari Basarnas, Tagana, dan pendaki gunung lainnya dikerahkan untuk mencari keberadaan korban. Mereka berhasil menemukan dan mengevakuasi dua rekan korban yang sempat bertahan.

Selanjutnya tim dibagi menjadi 3 titik pencarian, di antaranya jalur batu, Trawas, Mojokerjo dan Prigen. Namun akibat terkendala cuaca yang ekstrem, pencarian belum membuahkan hasil.

“Awal berangkatnya dia izin sama saya. Katanya untuk mengisi liburan, tahunya jadi seperti ini,” kata Ajib, ayah korban di Pos jaga wisata alam.

Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, seluruh pendaki Gunung Arjuno terpaksa diturunkan oleh petugas BKSDA  dan Perhutani. Pintu masuk pendakian ditutup sementara hingga batas waktu belum ditentukan.

“Katanya ada orang hilang jadi tidak boleh naik sampai ke puncak,” ujar Edo, salah seorang pendaki.

Dia menjelaskan, kondisi medan di atas gunung saat ini tidak menentu. Terkadang turun hujan dan cuaca ekstrem. “Jalannya jadi sedikit licin, cuaca di atas juga berubah-ubah,” ucapnya.


Editor : Donald Karouw