Sejak Menghilang, Rumah Dinas Wali Kota Blitar Tertutup Rapat

Robby Ridwan ยท Jumat, 08 Juni 2018 - 16:53 WIB
Sejak Menghilang, Rumah Dinas Wali Kota Blitar Tertutup Rapat
Wali Kota Blitar M Samanhudi Anwar yang ditetapkan tersangka oleh KPK hingga kini keberadaannya masih misterius. (Foto: istimewa)

BLITAR, iNews.id – Sejak ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wali Kota Blitar Muh Samanhudi Anwar (MSA) hingga kini belum diketahui keberadaannya. MSA dinyatakan buron dan akan dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh KPK.

Pantauan iNews, pintu rumah dinas Wali Kota Blitar dua periode itu tampak tertutup dan dijaga ketat petugas Satpol PP. Nomor telepon milik Samanhudi Anwar juga sudah tidak aktif dan tidak dapat dihubungi lagi.

Wakil Wali Kota Blitar, Santoso mengaku belum mengetahui keberadaan Samanhudi Anwar. Dia mengaku terakhir bertemu dengan MSA pada Senin, 4 Juni 2018 lalu.

“Saya belum bisa kontak langsung karena ponselnya Pak Samanhudi tidak bisa kita hubungi. Kita berharap dan berdoa polemik ini bisa cepat selesai,” katanya, Jumat (8/6/2018).

Santoso membenarkan bahwa saat ini Pemkot Blitar tengah menyelesaikan pembangunan SMP Negeri 3 di Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar. Proyek multiyears ini menghabiskan anggaran Rp35 miliar dan baru selesai sekitar 30 persen.

Santoso menuturkan, Kepala Dinas Pendidikan Sigit sudah dipanggil Polresta Blitar untuk diklarifikasi terkait proyek pembangunan SMP 3 Blitar. “Arahnya pada proses pembangunan SMP 3. Itu memang belum selesai karena proyeknya multiyeras,” ucapnya.

BACA JUGA: Buron, KPK Imbau Wali Kota Blitar dan Bupati Tulungagung Serahkan Diri


Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Blitar Muh Samanhudi Anwar (MSA) dan Bupati Tulungagung nonaktif Syahri Mulyo (SM) diminta untuk menyerahkan diri. KPK sudah mengerahkan tim untuk mencari dua kepala daerah di Jatim itu.

Pernyataan itu diungkapkan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang terkait kasus dugaan suap penerimaan hadiah atau janji pengadaan barang dan jasa kedua yang melibatkan kedua kepala daerah tersebut. 

Saut mengatakan pihaknya menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan Samanhudi dan Syahri sebagai tersangka.


Editor : Kastolani Marzuki