SDN Gentong Ambruk, Kementerian PUPR Minta Bangunan Dirobohkan karena Berbahaya

Ihya' Ulumuddin, Jaka Samudra ยท Rabu, 06 November 2019 - 11:28 WIB
SDN Gentong Ambruk, Kementerian PUPR Minta Bangunan Dirobohkan karena Berbahaya
Kepala Balai Prasarana Permukiman Jatim Kementerian PUPR Drajat Widjunarso saat meninjau SDN Gentong, Kota Pasuruan, Jatim, Rabu (6/11/2019). (Foto: iNews/Jaka Samudra)

PASURUAN, iNews.id – Pascakejadian atap empat kelas runtuh di SDN Gentong, Balai Prasarana Permukiman (BPP) Wilayah Jawa Timur (Jatim), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) merekomendasikan agar bangunan sekolah dirobohkan. Pasalnya, konstruksi bangunan sekolah di Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan tersebut tidak layak dan tak sesuai dengan bestek.

Kesimpulan itu diperoleh dari hasil pemeriksaan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim. Adapun bangunan yang harus dirobohkan secepatnya, yakni ruangan kelas II A, II B, serta kelas V A dan V B.

Saat tim menguji kekuatan bangunan menggunakan hammer test, terlihat tembok keropos dan mudah dihancurkan. Untuk cor tembok terlihat sangat rapuh dan disangka kuat karena semennya kurang.

 

BACA JUGA:

Atap Gedung SDN Gentong Pasuruan Ambruk, Polisi: Konstruksi Bangunan Diduga Bermasalah

SDN Gentong Pasuruan Diliburkan Pascaatap Kelas Ambruk, Banyak Murid Masih Trauma

 

Kondisi bangunan sekolah tidak aman lagi dan berbahaya digunakan untuk proses belajar mengajar. Bangunan rawan roboh apabila yang direhabilitasi hanya atapnya.

“Kalau kami lihat secara struktur, bangunan ini tidak layak lagi berdiri. Kami akan berikan rekomendasi kepada Dikbud untuk merobohkan gedung agar semua bisa lebih aman,” kata Kepala BPP Jatim Kementerian PUPR Drajat Widjunarso saat meninjau SDN Gentong, Rabu pagi (6/11/2019).

Drajat mengatakan, pihaknya juga masih akan kembali memeriksa kondisi bangunan di SDN Gentong setelah insiden yang menewaskan seorang siswa, Irza Amaria Ramadani Almira (8), dan guru pengganti, Sevina Arsy Putri Wijaya. Kementerian PUPR akan menurunkan tim untuk melihat kelayakan gedung.

“Kemudian, kami juga mencoba merencananakan kembali anggaran untuk pembangunan SDN Gentong di tahun 2020,” ujarnya.

Tim Labfor Polda Jatim mengidentifikasi insiden atapo sekolah runtuh di SDN Gentong, Kota Pasuruan, Jatim, Rabu (6/11/2019). (Foto: iNews/Jaka Samudra)

 

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera sebelumnya mengatakan, polisi masih menyelidiki kasus sekolah ambruk SDN Gentong. Dugaan sementara, insiden tersebut disebabkan karena konstruksi bangunan yang tidak sesuai prosedur.

“Bagian atas bangunan sekolah hanya genting yang dilapisi dengan seng saja. Bangunan-bangunan itu dikerjakan pada 2017,” kata Barung).

Polda Jatim sudah menerjunkan tim Labfor untuk mengidentifikasi insiden yang menewaskan seorang siswa dan guru serta menyebabkan 11 murid di sekolah tersebut luka-luka. Tim tersebut memeriksa seluruh bangunan tersebut serta konstruksinya.

“Kasus atap SDN Gentong ambruk ini ditangani bersama antara Polresta Pasuruan dan Polda Jatim. Kami memastikan kasus ini mendapat atensi khusus, karena ada korban jiwa,” kata Barung.


Editor : Maria Christina