Sasar Kelompok Milenial dan Perempuan, PKS Optimistis Pertebal Suara Machfud-Mujiaman

Ihya Ulumuddin ยท Selasa, 29 September 2020 - 22:00 WIB
Sasar Kelompok Milenial dan Perempuan, PKS Optimistis Pertebal Suara Machfud-Mujiaman
Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Machfud Arifin-Mujiaman.(istimewa)

SURABAYA, iNews.id - DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Surabaya akan menyasar kelompok milenial dan perempuan untuk memenangkan Machfud-Mujiaman di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Surabaya 9 Desember mendatang. PKS optimistis dukungan kelompok mayoritas tersebut akan mempertebal perolehan suara pasangan calon (Paslon) nomor urut 2 tersebut.

"Milenial dan ibu-ibu itu sudah menjadi brand PKS. Kita masih menjadi partai idola di kalangan mahasiswa. Begitu pula ketika mereka sudah menjadi profesional muda," kata Ketua DPD PKS Kota Surabaya Akhmad Suyanto, Selasa (29/9/2020).

Suyanto mengaku pembentukan koordinator ditingkat kelurahan untuk pemenangan Machfud-Mujiaman terus bertambah. "Kalau di awal-awal lalu batu sekitar 40 persen, maka sekarang sudah hampir 100 persen. Insyaallah target suara kita seperti pemilu legilatif tercapai," katanya.

Anggota DPRD Surabaya ini juga mengatakan PKS mendapat mandat dari Machfud untuk berkontribusi sebanyak 2.900-an suara. "Sekarang kita sudah memastikan 2.600 suara untuk pak MA (Machfud)," ujarnya.

PKS berharap Machfud-Mujiaman akan benar-benar memperhatikan potensi sumber daya manusia para milenial. "Resources anak-anak muda Surabaya ini luar biasa. Mereka rata-rata lulus SMA masuk ke perguruan tinggi lewat jalur PMDK tanpa ujian," ujar Suyanto.

Menurut Suyanto akan sangat disayangkan kalau kreativitas mereka terabaikan. "Pembangunan fisik Surabaya sudah bagus. Sekarang bagaimana memeratakan jaringan internet, agar masyarakat terutama anak-anak mudanya bisa mendapatkan internet gratis dan cepat. Sekarang ini peradaban sudah berubah ke dunia maya," kata alumni ITS ini.

Suyanto mengatakan, kreativitas kelompok milenial di dunia maya bisa membawa citra baik untuk Surabaya. "Lewat dunia maya, hasil kreatifitas anak-anak muda Surabaya bisa mendunia. Hal ini potensial dalam hal industri kreatif akibat bonus demografi," katanya.


Editor : Ihya Ulumuddin