Sampah Popok Sekali Pakai Menumpuk di Sungai Mojokerto, Timbulkan Bau Busuk

Sholahudin ยท Selasa, 21 Juli 2020 - 09:14 WIB
Sampah Popok Sekali Pakai Menumpuk di Sungai Mojokerto, Timbulkan Bau Busuk
Sejumlah relawan akan membersihkan sungai dari sampah popok. (Foto: iNews/Sholahudin)

MOJOKERTO, iNews.idSampah popok bayi menumpuk di bawah jembatan Sungai Sumberwuluh, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim). Tumpukan sampah ini menimbulkan bau menyengat.

Penumpukan sampah ini dikhawatirkan juga akan mencemari Sungai Brantas yang menjadi muara Sungai Sumberwuluh. Padahal air Sungai Brantas dijadikan bahan baku PDAM untuk empat wilayah yakni Mojokerto, Sidoarjo, Gresik dan Surabaya.

Sampah popok ini dibungkus karung dan plastik besar. Diduga, warga sengaja membuangnya dari atas jembatan.

Tak hanya sampah popok, terlihat juga banyak pembalut bekas. Pemandangan ini sangat menjijikkan ditambah bau busuk yang timbul.

Sementara itu, sejumlah relawan tergabung dalam Brigade Evakuasi Popok Ecoton Indonesia yang ada di lokasi langsung melakukan evakuasi limbah dari dalam sungai. Dari hasil indentifikasi Relawan Brigade Evakuasi Popok, mulai tahun 2017 hingga sekarang ini terdapat 42 titik pembuangan sampah di sungai kawasan Kota dan Kabupaten Mojokerto.

Anggota Brigade Evakuasi Popok, Prigi Arisandi mengatakan, dari puluhan titik pembuangan sampah ini, ada yang masuk kategori kecil, sedang dan besar. “Di lokasi ini masuk kategori besar,” katanya.

Dia mengatakan, titik-titik tersebar di berbagai sungai besar atau pun kecil di beberapa kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Tempat-tempat tersebut di antaranya di Kecamatan Bangsal, Jetis, Pungging, Mojosari dan Dawarblandong.

Untuk mengatasi masalah sampah popok ini, menurut Prigi, memerlukan perhatian dari pemerintah dan juga masyarakat. Warga diimbau untuk mengendalikan penggunaan popok sekali pakai.

Maraknya pembuangan popok di sungai ini terjadi karena Pemerintah Kabupaten Mojokerto tidak menyediakan tempat pembuangan khusus. Akibatnya, masyarakat membuangnya secara sembarangan.

Prigi mengatakan, seluruh anak sungai di Kabupaten Mojokerto bermuara ke Sungai Brantas. Dengan adanya pencemaran ini dikhawatirkan akan menimbulkan pencemaran mikroplastik ke Sungai Brantas. Selain itu, juga menimbulkan pencemaran di sektor perikanan dan pertanian.


Editor : Umaya Khusniah