Sakit Hati Tak Dipinjami Uang untuk Mudik, PRT Dibantu Suami Bunuh Majikan

Yoyok Agusta ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 18:30 WIB
Sakit Hati Tak Dipinjami Uang untuk Mudik, PRT Dibantu Suami Bunuh Majikan
Pasutri tersangka pembunuhan dihadirkan saat konferensi pers di Mapolresta Sidoarjo, Kamis (30/7/2020). (Foto: iNews/Yoyok Agusta)

SIDOARJO, iNews.id – Motif pembunuhan Magdalena Tien Kartini (65), warga Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, akhirnya terungkap. Pelaku yang ternyata pembantu rumah tangga (PRT) korban, S, sakit hati kepada korban sehingga mengajak sang suami HS membunuh majikannya.

“Ini kasus pencurian dengan kekerasan yang melibatkan tersangka dengan inisial HS dan S. Korban ini adalah tuan rumahnya, tersangka adalah pembantu rumah tangga, kebetulan suami istri,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji saat konferensi pers, Kamis (30/7/2020).

Kapolresta Sidoarjo memaparkan, peristiwa pembunuhan itu bermula ketika tersangka S meminjam uang kepada korban untuk dipakai pulang ke Balikpapan bersama suaminya HS. Namun, korban menolak memberikan pinjaman.

Sakit hati karena tidak dipinjami uang, S yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah korban ini pun tega membunuh majikannya. Dia dibantu suaminya yang bekerja sebagai sopir taksi online.

Pada Jumat (24/7/2020), pasutri ini kemudian membekap wajah korban dengan selimut. S lalu memberikan gunting kepada suaminya untuk menusuk korban. Korban yang sudah tidak berdaya karena sudah dibekap, ditusuk belasan kali di bagian tubuh dan kepala hingga tewas bersimbah darah.

Setelah memastikan korban sudah tidak lagi bernyawa, kedua tersangka mengambil barang berharga milik korban dan melarikan diri ke Pulau Bali. Namun, jejak mereka segera diketahui polisi.

Kedua pelaku akhirnya ditangkap polisi di persembunyiannya di Bali, tiga hari setelah peristiwa pembunuhan tersebut. Keduanya diamankan ke Polresta Sidoarjo, untuk dimintai keterangan, Kamis siang (30/7/2020).

“Barang bukti yang disita, yakni gunting yang dipakai membunuh korban, baju tersangka, sprei bekas darah korban, telepon genggam korban, perhiasan, dan uang tunai Rp6 juta,” kata Kapolresta Sidoarjo.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku disangkakan dengan pasal berlapis, yakni Pasal 365 tentang Pencurian dan Kekerasan dengan ancaman hukuman di atas tujuh tahun penjara, pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. Kemudian, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, korban ditemukan tewas bersimbah darah dalam kamar rumahnya, Jumat (24/7/2020) malam. Penemuan mayat bermula dari kecurigaan anak korban yang melihat ibunya tidak keluar kamar seharian. Kondisi kamar juga terkunci hingga akhirnya anak korban mendobrak pintu dan menemukan ibunya terbujur kaku di samping tempat tidur.

“Awalnya anak korban curiga karena kamar ibunya terkunci dan dia tak melihatnya seharian. Karena curiga lalu didobrak dan didapati korban sudah meninggal dunia," ujar Kepala Desa Kedungrejo Nico Octavian.

Petugas yang mendapat laporan kemudian datang olah TKP ddan mengevakuasi mayat korban ke RS Bhayangkara Polda Jatim di Surabaya untuk kepentingan autopsi. Sejumlah saksi termasuk anak korban turut dibawa ke Mapolresta Sidoarjo untuk menjalani proses pemeriksaan.


Editor : Maria Christina