Sakit Hati Kejantanannya Diejek, Kakek 75 Tahun Bunuh Kekasih Gelapnya

Achmad Saif Hajarani ยท Rabu, 31 Januari 2018 - 17:01 WIB
Sakit Hati Kejantanannya Diejek, Kakek 75 Tahun Bunuh Kekasih Gelapnya
SS (75) pelaku pembunuhan Painah (65) saat digiring ke sel tahanan Mapolres Malang. (Foto: iNews/Achmad Saif Hajarani)

MALANG, iNews.id – Teka-teki kasus pembunuhan Painah (65), wanita paruh baya dengan luka di kepala di ladang kosong, sekitar Pasar Dampit, Malang, Jawa Timur, akhirnya terkuak. Korban ternyata dibunuh kekasih gelapnya Sukiman alias Sadrun (75). Pelaku sakit hati lantaran korban menyinggungnya tidak bisa ereksi.

Polres Malang meringkus Sadrun di rumah kontrakannya di Desa Sekarbanyu, Kecamatan Dampit. Penangkapan itu berdasarkan hasil pengembangan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi yang mengerucut kepada Sadrun. Saat diamankan di rumah kontrakannya, dia hanya bisa pasrah dan mengakui perbuatannya.
65
Kepada petugas dia menceritakan kronologis pembunuhan kekasih gelapnya, yakni Painah (65) warga Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit. Awalnya pelaku dan korban sedang bermesraan di ladang kosong tersebut. Pelaku lalu menyerahkan uang Rp20.000 kepada korban untuk bisa bersenggama.

Namun saat akan mulai beraksi, kejantanan milik pelaku tidak bisa ereksi. Korban lalu mengeluarkan kata-kata ejekan yang membuat pelaku tersinggung. Gelap mata, pelaku mengambil sebuah batu seukuran bola kaki di sekitar lokasi dan langsung memukulkannya ke arah kepala korban.

“Saya menyesal, saya sudah 20 tahun berhubungan dengan korban. Dia terus mengejek,” kata kakek dua anak dan telah memiliki empat cucu tersebut, Rabu (31/1/2018).


Wakapolres Malang Kompol Deky Hermansyah mengatakan, kasus pembunuhan itu berawal dari ejekan korban kepada pelaku saat akan melakukan hubungan intim. Pelaku menganiaya korban dengan menggunakan batu hingga korban meninggal dunia.

“Motifnya sakit hati atas kata-kata yang dikeluarkan korban, mereka berdua ada hubungan,” ujar Hermansyah.

Akibat perbuatannya, pelaku saat ini dijerat Pasal 338 juncto 351 ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan yang Menyebabkan Korban Meninggal Dunia. Pelaku terancam dengan hukuman 15 tahun kurungan penjara dan saat ini sudah ditahan di Mapolres Malang.

Diketahui, kasus ini berawal saat warga menemukan mayat korban di ladang sekitar Pasar Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim). Saat ditemukan, terdapat luka di bagian wajah dan batu berlumuran darah di samping jasad korban, Sabtu 27 Januari 2018 lalu.

Warga lalu melaporkan temuan mayat itu ke Polres Malang dan mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar.


Editor : Donald Karouw