Risma Pastikan Tidak Ada Klaster Baru Penyebaran Corona di Kota Surabaya

Ihya Ulumuddin ยท Senin, 20 April 2020 - 22:17 WIB
Risma Pastikan Tidak Ada Klaster Baru Penyebaran Corona di Kota Surabaya
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.idWali Kota Surabaya, Tri Rismaharini memastikan tidak ada klaster baru penyebaran virus corona (Covid-19) di Kota Surabaya. Risma menyebut, tambahan kasus positif corona selama ini adalah peningkatan status dari Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Seperti kemarin ada orang dalam resiko (ODR) ada yang posi tif. Itu hasil yang memang sudah kita tracing semua,” katanya, Senin (20/4/2020).

Risma menjelaskan, jumlah 264 kasus positif, yang terdata hingga Sabtu (18/04/2020) lalu, adalah peningkatan dari status ODP, PDP dan OTG. Masing-masing ODP sebanyak empat orang; PDP sebanyak 206 pasien; dan OTG sebanyak 60 orang.

“Sampai dengan tadi malam perpindahannya itu. Artinya, tidak ada sejauh ini yang keluar dari cluster yang kita tracing,” kata mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Koya (Bappeko) Surabaya itu.

Risma memastikan, hingga saat ini pihaknya terus melakukan tracing kepada pasien Surabaya yang terkonfirmasi Covid-19. Saat pasien tersebut diketahui positif, maka saat itulah dinas terkait langsung melacak perjalanan pasien sebelum hingga sesudah pasien dinyatakan terkonfirmasi.

“Ini penting. Misalkan dia bilang dari pasar. Maka kita harus tracing ke seluruh pasar itu,” kata Wali Kota Risma saat menggelar konferensi pers di Balai Kota Surabaya, Senin (20/04/2020).

Sementara itu, berdasarkan hasil monitoring, seluruh pasien yang telah terkonfirmasi positif hingga saat ini berjumlah 270 orang. Dari jumlah tersebut, 102 pasien di antaranya masih menjalani rawat inap, 94 rawat jalan, 45 pasien sembuh, dan 29 orang yang meninggal.

“Berikutnya, untuk pasien PDP berjumlah 703 pasien, dengan rincian 259 rawat jalan, 216 rawat inap, selesai dipantau atau sembuh sebanyak 226 dan dua pasien meninggal,” katanya.

Selanjutnya, untuk pasien yang bertatus sebagai ODP, dengan rincian 953 rawat jalan, 110 rawat inap, sembuh 743 dan nol pasien yang meninggal. Sehingga, total ODP sebanyak 1.806 pasien. Kemudian, untuk pasien OTG dengan total 584 pasien, terdiri dari 224 rawat jalan, 360 sembuh dan nol yang meninggal.

“Terakhir untuk pasien ODR jumlahnya sebanyak 4.270, terdiri atas 3.987 rawat jalan dan 283 sembuh. Kita punya nama alamat yang jelas kita awasi mereka dengan jelas juga,” katanya.


Editor : Umaya Khusniah