Risma Mengeluh Soal Pasien Luar Daerah, Ketua Kuratif Covid-19 Jatim: Itu Tidak Etis

Ihya Ulumuddin ยท Selasa, 12 Mei 2020 - 13:51 WIB
Risma Mengeluh Soal Pasien Luar Daerah, Ketua Kuratif Covid-19 Jatim: Itu Tidak Etis
Ketua Rumpun Luratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Keluhan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini atas klaim banyaknya pasien luar daerah di rumah sakit milik Kota Surabaya diragukan tim kuratif Covid-19 Jawa Timur (Jatim). Pasalnya, beberapa rumah sakit daerah kini sudah bisa menangani pasien corona (Covid-19) sendiri.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengatakan, penanganan pasien Covid-19 hanya butuh ruang isolasi, ahli paru, penyakit dalam atau anastesi. Karena itu, rumah sakit di daerah di Jatim sudah bisa menangani.

“Jadi, Covid-19 ini bukan penyakit tumor otak yang harus dirujuk ke Surabaya. Penyakit ini bisa ditangani dokter spesialis paru, penyakit dalam atau anastesi. Bahkan, dokter umum untuk yang ringan dan sedang cukup,” katanya, Senin (12/5/2020) malam.

Di beberapa derah, kata dr Joni, bahkan sudah bisa mengembangkan cukup banyak ruang isolasi negatif. Di RSUD Sidoarjo misalnya, saat ini sudah mengembangkan isolasi negatif menjadi 60, dari semula hanya dua unit.

“Di RSUD Soetomo dalam dua minggu bisa mengembangkan 30 ruang isolasi negatif. Tidak terlalu sulit, kalau ada niat bisa,” kata pria yang juga Direktur RSUD Dr Soetomo ini.

Lebih jauh, Joni juga mengingatkan, merawat pasien tidak boleh dibeda-bedakan berdasarkan ras, suku, agama, politik dan kedaerahan. “Kawan-kawan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan Persi (Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia) sudah membuat pernyataan itu. Itu etika kedokteran,” katanya.

Joni mencontohkan, seandainya pemerintah provinsi membuat rumah sakit khusus untuk Provinsi Jatim saja, maka orang Kalimantan dan Jawa Tengah tidak boleh masuk. Tetapi, hal itu tidak dilakukan.

“Itu tidak etis. Tidak diperkenankan di dunia kedokteran. Sudah paham maksud saya ya? Coba dibuka etika kedokteran,” katanya.

Joni juga menyebut, secara statistik, pasien yang kini dirawat di RSUD Dr Soetomo 92 persen merupakan warga Surabaya. Namun, hal itu tidak dipersoalkan.

“Itu pengalaman kami di Sutomo. Saya tidak tahu di rumah sakit lain. Apakah memang banyak rujukan dari luar daerah. Perlu diupdate itu,” katanya.

Diketahui, Wali Kota Tri Rismaharini mengeluh, rumah sakit di Surabaya dipenuhi pasien corona (Covid-19) dari luar daerah. Risma menyebut, lebih dari 50 persen pasien Covid-19 yang kini dirawat di rumah sakit milik Kota Surabaya, bukan warganya. 

“Kalau hitungan saya sampai 50 persen. Macem-macem. Kadang datangnya ke UGD di RS Soewamdhie dan UGD RS BDH. Kadang (sakitnya) nggak berat banget,” kata Risma.


Editor : Ihya Ulumuddin