Ribuan Buruh PD Perkebunan di Jember Demo, Massa Nyaris Hakimi Seorang Pejabat

Bambang Sugiarto, Ihya Ulumuddin ยท Senin, 12 Agustus 2019 - 15:55 WIB
Ribuan Buruh PD Perkebunan di Jember Demo, Massa Nyaris Hakimi Seorang Pejabat
Koordinator massa mencoba menenangkan ribuan PD Perkebunan Kahyangan yang sempat ricuh saat berdemonstrasi di depan Kantor Pemkab Jember, Jatim, Senin (12/8/2019). (Foto: iNews/Bambang Sugiharto)

JEMBER, iNews.id – Ribuan buruh Perusahaan Daerah (PD) Perkebunan Kahyangan berdemonstrasi di depan Kantor Pemkab Jember, Jawa Timur (Jatim), Senin (12/8/2019). Para demonstran yang marah nyaris menghakimi Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kabupaten (Bapekab) Jember, Ahmad Imam Fauzi.

Kericuhan ini bermula saat Fauzi hendak menemui para buruh di halaman gedung. Saat itu, tiba-tiba sejumlah buruh mendekat dan berusaha memukul Fauzi. Beruntung, aparat kepolisian bisa mencegah sehingga aksi main hakim sendiri tidak terjadi. Untuk meredam amarah demonstran, polisi meminta Fauzi masuk ke kantor dan tidak menemui massa.

Informasi yang dihimpun iNews.id dari para buruh, Fauzi menjadi sasaran amuk karena dianggap menjadi biang gagalnya penyertaan modal sebesar Rp5,8 miliar untuk PD Perkebunan Kahyangan. Padahal, anggaran tersebut dibutuhkan untuk kelangsungan perusahaan.

“Kami datang ke sini untuk menanyakan rencana penyertaan modal Rp5,8 miliar. Sebab, uang itu akan digunakan membayar perpanjangan HGU (Hak Guna Usaha) PD Perkebunan Kahyangan untuk 25 tahun ke depan,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Dwi Agus Budianto, Senin (12/8/2019).


Dwi menjelaskan, HGU untuk PD Perkebunan Kahyangan akan habis tahun depan atau 2020. Karena itu, perusahaan memerlukan penyertaan modal agar perusahaan tetap berjalan dan para buruh tidak kehilangan pekerjaan.

Namun, hingga saat ini belum ada kepastian atas dana tersebut. Padahal, sebelumnya kebutuhan anggaran tersebut telah disiapkan oleh Pemkab Jember. “Semula sudah dianggarkan Rp5,8 miliar. Namun, anggaran dibatalkan tanpa sebab jelas,” katanya.

Para buruh khawatir, bila suntikan dana tersebut tidak ada, maka operasional PD Perkebunan Kahyangan akan berhenti. Imbasnya, ribuan buruh akan kehilangan pekerjaan karena tidak bisa lagi menggarap kebun.

“Karena itu kami tidak akan tinggal diam. Kalau tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan melakukan aksi lebih besar lagi. Bila perlu kami akan menduduki kantor Pemkab Jember,” katanya.


Editor : Maria Christina