Rencana Kereta Gantung Bromo, Khofifah: Sudah Ada Calon Investor

Antara ยท Selasa, 18 Februari 2020 - 18:17 WIB
Rencana Kereta Gantung Bromo, Khofifah: Sudah Ada Calon Investor
Kawasan Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur. (Foto: Antara)

MALANG, iNews.id – Pengadaan kereta gantung di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tidak lama lagi terealisasi. Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyebutkan sudah ada investor yang berminat untuk berinvestasi dalam pembangunan itu.

Selain sudah ada investor yang berminat berinvestasi kereta gantung untuk pengembangan dan penguatan Bromo Tengger Semeru tersebut, Pemprov Jatim juga telah berdialog dengan masyarakat Tengger. Pembangunan kereta gantung tersebut, diharapkan mampu memperkuat sektor wisata di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

“Rencana kereta gantung, Bromo itu calon investornya sudah ada. Saya sudah ke Bromo dan bertemu tokoh adat untuk berdialog,” kata Khofifah usai menghadiri Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Kabupaten Malang, Selasa (18/2/2020).

Pemprov Jatim telah mendapat masukan dari hasil dialog dengan tokoh adat Tengger, termasuk Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Salah satunya, titik-titik yang diusulkan menjadi tempat pembangunan kereta gantung tersebut.

“Pembangunan diusulkan dimulai dari titik B29 menuju B30, dan berakhir di Seruni Point,” ujar Khofifah.

Khofifah menjelaskan, pihaknya juga telah bertemu dengan Kementerian Pariwisata selaku koordinator pengembangan. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional juga menyiapkan peta jalan pengembangan Bromo Tengger Semeru.

“Apa yang sudah diinisiasi itu, tetap akan dikoordinasikan dengan daerah penyangga,” ujar mantan Menteri Sosial tersebut.

Rencana pembangunan kereta gantung tersebut merupakan salah satu opsi yang dipilih pemerintah untuk memudahkan akses bagi wisatawan menuju kawasan Bromo. Saat ini, untuk menuju Bromo wisatawan harus menggunakan jip dari titik-titik pemberangkatan tertentu.

Wisatawan membutuhkan waktu kurang lebih dua hingga tiga jam untuk menuju Gunung Bromo, tergantung titik keberangkatan. Titik masuk ke Gunung Bromo terbagi dari empat wilayah, yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Lumajang.

Berdasarkan data dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS), sepanjang 2019, jumlah kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mencapai 690.831 orang.

Dari jumlah total tersebut, sebanyak 669.422 orang merupakan wisatawan dalam negeri. Sementara 21.409 lainnya merupakan wisatawan mancanegara. Total Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari kunjungan wisatawan itu pada 2019, mencapai Rp22,86 miliar.


Editor : Maria Christina