Remaja Dianiaya hingga Tewas di Surabaya, Polisi Tetapkan 5 Tersangka

Lukman Hakim · Rabu, 02 Desember 2020 - 18:07:00 WIB
Remaja Dianiaya hingga Tewas di Surabaya, Polisi Tetapkan 5 Tersangka
Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku saat membunuh Maulana Ramadhan, saat konferensi pers, Rabu (2/12/2020). (Foto: SINDOnews/Lukman Hakim)

SURABAYA, iNews.id – Kasus penemuan mayat remaja penuh luka akibat senjata tajam di Jalan Tembaan, Kota Surabaya, pada Jumat (30/11/2020) lalu, akhirnya terungkap. Polrestabes Surabaya telah menetapkan lima tersangka yang diduga menganiaya korban Maulana Ramadhan hingga tewas.

Polisi awalnya mengamankan 15 pemuda. Dari jumlah itu, lima di antaranya ditetapkan sebagai tersangka yang diduga mengeroyok remaja asal Gembong V Surabaya itu hingga tewas, yakni Alfian Yanuar (20), warga Bogen II/16 Surabaya; Bagus Lukman (18), warga Kalijudan Surabaya; Ramdhani Dwi Cahya (18), warga Kaliasin Surabaya.

"Sedangkan dua tersangka lain masih di bawah umur dengan inisial MRA dan MRI. Keduanya berusia 15 tahun," kata Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo saat konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (2/12/2020).

Dia mengatakan, dari hasil penyidikan, kelima tersangka terbukti dan mengakui telah membacok serta memukul Maulana Ramadhan menggunakan beberapa benda tumpul seperti kayu dan batu.

Setiap tersangka memiliki peran masing-masing. Ada yang melukai korban Maulana Ramadhan menggunakan celurit dan pedang, ada juga yang menggunakan benda tumpul seperti batu dan kayu.

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan berbagai senjata tajam buatan seperti gergaji pelat, celurit, samurai, golok, batu paving, bom molotov buatan. Barang bukti tersebut ditemukan saat penangkapan.

"Ada juga yang sebagian tertinggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP)," kata Hartoyo.

Hasil penyelidikan polisi juga ditemukan, antara pelaku dan korban Maulana Ramadhan berasal dari kelompok atau geng berbeda. Maulana Ramadhan merupakan anggota kelompok Allstar. Sementara lima tersangka merupakan kelompok Tim Guk Guk Guk yang berafiliasi dengan KP Jawara Surabaya.

"Saya membacok korban (MR) pada bagian pantatnya sebanyak dua kali. Waktu itu posisi MR tengkurap," kata tersangka Ramdhani Dwi Cahya.

Tersangka lain, Alfian Yanuar mengaku, kelompoknya mengeroyok Maulana Ramadhan karena dendam. Kelompok Jawara tak terima jika kampung mereka kerap diserang oleh kelompok Allstar. Hal itu yang membuat dia dan kelompoknya bersolidaritas melakukan aksi tawuran tersebut.

"Allstar sering menyerang kampung kami. Jadi ya, kalau ditantang ya kami terima saja. Ini bagian dari solidaritas," ujarnya.

Meski sudah menetapkan lima orang tersangka, polisi masih melakukan pengembangan kasus penganiayaan remaja hingga tewas itu.

"Kami akan terus kejar. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain yang juga terlibat. Untuk itu, kami minta para pelaku menyerahkan diri ke polisi. Jika tidak menyerahkan diri, kami akan kejar terus," kata Hartoyo.

Diberitakan sebelumnya, seorang remaja ditemukan tewas bersimbah darah di tengah Jalan Tembaan, Surabaya, Jumat (27/11/2020) pagi. Remaja yang diketahui bernama Maulana Ramadhan tersebut diduga menjadi korban pembunuhan. Di tubuh remaja 16 tahun ini ditemukan sejumlah luka, yaitu di dada dekat perut sebelah kanan, luka robek di perut dan luka parah di kepala sebelah kanan.

Data di Command Center menyebutkan, saat pertama kali ditemukan saksi, remaja kerempeng ini sudah tidak bernyawa. Di sekitar tempat korban ditemukan terdapat banyak darah. Melihat bekas darah yang sudah mengering di aspal, diperkirakan korban sempat terseret hingga akhirnya meninggal di lokasi depan Bank BNI.

Editor : Maria Christina