Remaja Dianiaya hingga Tewas di Surabaya, Polisi Tetapkan 5 Tersangka

Lukman Hakim · Rabu, 02 Desember 2020 - 18:07:00 WIB
Remaja Dianiaya hingga Tewas di Surabaya, Polisi Tetapkan 5 Tersangka
Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku saat membunuh Maulana Ramadhan, saat konferensi pers, Rabu (2/12/2020). (Foto: SINDOnews/Lukman Hakim)

Hasil penyelidikan polisi juga ditemukan, antara pelaku dan korban Maulana Ramadhan berasal dari kelompok atau geng berbeda. Maulana Ramadhan merupakan anggota kelompok Allstar. Sementara lima tersangka merupakan kelompok Tim Guk Guk Guk yang berafiliasi dengan KP Jawara Surabaya.

"Saya membacok korban (MR) pada bagian pantatnya sebanyak dua kali. Waktu itu posisi MR tengkurap," kata tersangka Ramdhani Dwi Cahya.

Tersangka lain, Alfian Yanuar mengaku, kelompoknya mengeroyok Maulana Ramadhan karena dendam. Kelompok Jawara tak terima jika kampung mereka kerap diserang oleh kelompok Allstar. Hal itu yang membuat dia dan kelompoknya bersolidaritas melakukan aksi tawuran tersebut.

"Allstar sering menyerang kampung kami. Jadi ya, kalau ditantang ya kami terima saja. Ini bagian dari solidaritas," ujarnya.

Meski sudah menetapkan lima orang tersangka, polisi masih melakukan pengembangan kasus penganiayaan remaja hingga tewas itu.

"Kami akan terus kejar. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain yang juga terlibat. Untuk itu, kami minta para pelaku menyerahkan diri ke polisi. Jika tidak menyerahkan diri, kami akan kejar terus," kata Hartoyo.

Diberitakan sebelumnya, seorang remaja ditemukan tewas bersimbah darah di tengah Jalan Tembaan, Surabaya, Jumat (27/11/2020) pagi. Remaja yang diketahui bernama Maulana Ramadhan tersebut diduga menjadi korban pembunuhan. Di tubuh remaja 16 tahun ini ditemukan sejumlah luka, yaitu di dada dekat perut sebelah kanan, luka robek di perut dan luka parah di kepala sebelah kanan.

Data di Command Center menyebutkan, saat pertama kali ditemukan saksi, remaja kerempeng ini sudah tidak bernyawa. Di sekitar tempat korban ditemukan terdapat banyak darah. Melihat bekas darah yang sudah mengering di aspal, diperkirakan korban sempat terseret hingga akhirnya meninggal di lokasi depan Bank BNI.

Editor : Maria Christina