Redam Corona, Pemkot Surabaya bersama TNI-Polri Patroli Berskala Besar

Ihya Ulumuddin ยท Selasa, 14 April 2020 - 16:13 WIB
Redam Corona, Pemkot Surabaya bersama TNI-Polri Patroli Berskala Besar
Tim gabungan Pemkot Surabaya dan TNI-Polri menggelar patroli skala besar. Mereka mendatangi sejumlah cafe dan warung kopi di Surabaya. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.idTim gabungan TNI-Polri dan Pemkot Surabaya, Jawa Timur (Jatim) akan menggelar patroli berskala besar. Patroli ini akan menyasar tempat-tempat keramaian, termasuk kafe, warung kopi dan tempat hiburan.

Selain melakukan sosialisasi physical distancing, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Linmas, jajaran Polrestabes Surabaya, TNI dan Dinas Kesehatan (Dinkes) ini juga mewajibkan seluruh pengunjung kafe untuk mengikuti rapid test.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, patroli ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19) di Kota Surabaya. Tujuannya memberikan edukasi pada masyarakat agar tidak berkerumun dengan banyak orang.

“Selain itu kita juga lakukan rapid test,” kata Eddy, Selasa (14/04/2020).

Eddy menjelaskan, rapid test ini dilakukan sebagai langkah awal untuk mendeteksi orang tersebut apakah saat ini negatif atau terjangkit Covid-19. Rapid test bisa berjalan dari tujuh sampai 10 hari setelah target tersebut bersinggungan dengan orang yang positif.

“Usai hasil rapid test, belum tentu dua, tiga, atau satu minggu lagi mereka juga negatif,” katanya.

Dia menambahkan, jika hasil rapid test hasilnya positif Covid-19, maka orang tersebut langsung dilakukan isolasi ke rumah sakit rujukan,” katanya.

Sementara Kabag Ops Polrestabes Surabaya, AKBP Anton Elfiro Trisanto menambahkan, operasi gabungan skala besar ini menyasar kepada masyarakat yang sedang melakukan kegiatan kumpul-kumpul di kafe. Selain melakukan sosialisasi physical distancing, setiap pengunjung juga dilakukan rapid test.

“Tujuannya adalah supaya masyarakat tidak lagi melaksanakan kegiatan kumpul-kumpul dan belanja yang duduk-duduk memakan waktu lama. Kalau mereka mau makan, supaya dibungkus dan segera dibawa pulang,” katanya.


Editor : Umaya Khusniah