Ratusan Warga Banyuwangi Jadi Korban KSP, Kerugian Capai Rp200 Miliar Lebih

Yudha Prawira ยท Rabu, 29 Januari 2020 - 20:30 WIB
Ratusan Warga Banyuwangi Jadi Korban KSP, Kerugian Capai Rp200 Miliar Lebih
Perwakilan nasabah meminta bantuan lembaga hukum karena menjadi korban investasi bodong. (Foto: iNews/Yudha Prawira).

BANYUWANGI, iNews.id – Sebanyak 416 anggota koperasi simpan pinjam (KSP) di Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) menjadi korban investasi bodong. Total kerugian mencapai lebih dari Rp200 miliar.

Sebanyak 10 orang yang mewakili ratusan korban ini meminta bantuan serta perlindungan hukum di kantor hukum di Surabaya Selasa (28/1/2020). Mereka akan melaporkan ketua dan manager KSP Tinara ke Polda Jatim.

Ketua dan manager dari KSP yang berada di Jalan Raya Petung Rogojampi, Banyuwangi ini merupakan sepasang suami istri yang bernama Budi Hartadi dan Linggawati.

Para korban menginvestasikan dana ke koperasi dalam bentuk deposito. Mereka dijanjikan bunga 11 persen per tahun dari nilai investasi. Awalnya, para korban yang berinvestasi lancar menerima uang dari besaran bunga yang dijanjikan.

Namun di akhir 2019, bunga dari investasi deposito tidak dibayarkan dan macet. Para nasabah hanya dijanjikan akan segera dibayar.

Lantaran tidak membuahkan hasil, para korban menempuh jalur hukum dengan dugaan penipuan dan penggelapan serta tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Salah satu korban Vivi mengatakan dia menjadi nasabah di KSP tersebut selama dua tahun. Mulai bulan September 2019, dia mengaku sudah tidak mendapatkan pembayaran bunga.

“Saya mewakili mama saya menanamkan modal lebih dari Rp1,3 miliar,” katanya.

Sementara korban yang lain, Nyoto Cahyono, mengaku merugi Rp4,5 miliar. Pembayaran bunga mulai macet bulan September 2019.

“Bunga ga cair, dana ga bisa diambil, dijanjiin saja” katanya.

Kuasa Hukum korban, Abdul Malik mengatakan tim akan mendatangi Polda Jatim pada Kamis, (30/1/2020). “Akan kita laporkan kasus penipuan karena dengan tipu rayu, penggelapan karena uangnya ga ada, dan TPPU,” katanya.

Menurut keterangan mayoritas korban, mereka percaya dan mengikuti investasi deposito di KSP Tinara karena ketua dan manager koperasi merupakan pengurus klenteng tempat para korban beribadah.


Editor : Umaya Khusniah