Ratusan Santri di Probolinggo Keracunan Usai Merayakan 1 Muharam

Hana Purwadi ยท Jumat, 21 Agustus 2020 - 09:07 WIB
Ratusan Santri di Probolinggo Keracunan Usai Merayakan 1 Muharam
Para santri saat dirawat di Puskesmas di Probolinggo, Kamis (20/8/2020) malam. (Foto: iNews.id/Hana Purwadi)

PROBOLINGGO, iNews.id - Ratusan santri Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Probolinggo, Jawa Timur (Jatim) muntah-muntah dan mengeluh pusing Kamis (20/8/2020) malam. Para santri ini diduga keracunan usai menyantap makanan dalam peringatan 1 Muharam.

Tak ingin terjadi sesuatu, pengurus pondok langsung memanggil tim medis untuk memeriksa ratusan santri di kompleks pesantren. Sedangkan sisanya dilarikan ke sejumlah puskesmas dan rumah sakit, di antaranya Puskesmas Jati, Puskesmas Ketapang, Puskesmas Wonoasih dan RSUD dr Mohamad Saleh.

PLT Direktur RS dr Mohamad Saleh, dr Abraar HS Kuddah mengatakan, sekitar 180 santri kondisinya sudah stabil, mulai membaik. Semua telah tertangani dengan baik dan diinfus.

“Yang diwarat di RSUD Sekitar lima orang, belasan di puskesmas dan sekitar 120 pasien diwarat di dalam pondok pesantren. Tim medis dari RSUD dan Dinkes Probolinggo kolaborasi bekerja maksimal menangani pasien yang mayoritas perempuan ini,” katanya, Kamis (20/8/2020) malam.

Abraar belum bisa memastikan penyebab para santri mual, muntah dan pusing. Namun, dugaan sementara akibat keracunan. Untuk memastikannya, pihaknya sudah mengambil sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium.

“Dugaan sementara mereka keracunan makanan usai menggelar perayaan 1 Muharam 1442 (Rabu malam 19/8/2020). Sampel sudah kami ambil dan dibawa ke Surabaya untuk uji laboratorium,” katanya.

Salah seorang wali santri, Sali, mengaku kaget begitu mendengar anaknya keracunan. Karena itu bersama wali santri lainnya dia langsung menuju puskesmas tempat anaknya dirawat.

“Katanya keracunan makanan setelah merayakan 1 Muharram. Anak saya pusing dan mual. Alhamdulillah, sekarang sudah pulih. Ini akan akan saya jemput pulang dari puskesmas,” ujarnya.


Editor : Ihya Ulumuddin