Ratusan Pedagang Pasar di Kota Batu Jalani Rapid Test, 4 Reaktif Covid-19

Antara ยท Kamis, 21 Mei 2020 - 20:39:00 WIB
Ratusan Pedagang Pasar di Kota Batu Jalani Rapid Test, 4 Reaktif Covid-19
Ilustrasi rapid test Covid-19. (Foto: iNews/Deni Irwansyah)

KOTA BATU, iNews.id - Sebanyak 313 pedagang Pasar Besar Kota Batu, Jawa Timur (Jatim) menjalani rapid test Kamis (21/5/2020). Hasilnya, empat orang dinyatakan reaktif Covid-19.

Acara yang diselenggarakan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Batu ini untuk mendeteksi penyebaran virus corona. Bagi pedagang yang dinyatakan reaktif, diminta tidak berjualan dan isolasi mandiri selama 14 hari.

"Isolasi bagi pedagang reaktif untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Batu, M Chori, Kamis (21/5/2020).

Rapid test juga dilakukan terhadap 33 orang pedagang sayur yang ada di Desa Sumberejo, Kecamatan Batu. Hasilnya, ada satu orang dinyatakan reaktif.

"Dari 33  pedagang sayur di Desa Sumberejo, satu orang hasilnya reaktif saat dilakukan rapid test," kata Chori.

Tercatat, hingga Kamis (21/5/2020), di Kota Batu terdapat 10 pasien positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, dua orang dinyatakan sembuh, satu meninggal dunia, dan tujuh lainnya masih dalam perawatan.

Selain melakukan uji cepat Covid-19 terhadap ratusan pedagang, juga dilakukan rapid test terhadap puluhan pegawai hotel Kartika Batu, dalam upaya untuk deteksi dini. Dari 22 orang yang mengikuti rapid test, semuanya dinyatakan nonreaktif.

Sebagai catatan, satu orang yang pada pekan ini dinyatakan positif Covid-19, berprofesi sebagai tukang ojek di salah satu pasar di Kota Batu. Pasien tersebut dibawa ke Rumah Sakit Karsa Husada Kota Batu, karena mengeluh batuk disertai dengan gejala sesak nafas.

Setelah dilakukan uji cepat, pasien tersebut dinyatakan reaktif, sehingga dilakukan uji lanjutan berupa test swab. Setelah dilakukan uji laboratorium, tukang ojek tersebut dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Satgas Covid-19 Kota Batu, melakukan upaya pelacakan terhadap kontak erat pasien tersebut, terutama keluarga pasien. Selain itu, pasien tersebut juga memiliki riwayat perjalanan ke wilayah Kota Malang sebelumnya.

"Kami melakukan tracing dengan prioritas pihak keluarga yang memiliki kontak erat terhadap pasien untuk dilakukan rapid test," kata Chori.

Kota Batu bersama Kota Malang, dan Kabupaten Malang, sejak 17 Mei 2020 mulai menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Langkah tersebut, dalam upaya untuk menekan penyebaran Covid-19, di wilayah Malang Raya dan akan berlangsung hingga 30 Mei 2020.


Editor : Umaya Khusniah