Ratusan Pasar Tradisional Terbakar di 2019, IKAPPI Desak Pemerintah Peduli Pedagang

Okezone.com, Avirista Midaada ยท Rabu, 01 Januari 2020 - 14:32 WIB
Ratusan Pasar Tradisional Terbakar di 2019, IKAPPI Desak Pemerintah Peduli Pedagang
etugas damkar dan warga berusaha memadamkan kebakaran di kawasan Pasar Cidu, Jalan Cakalang II, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Sulsel, Selasa (18/12/2019) malam. (Foto: iNews/Leo Muhammad Nur)

MALANG, iNews.id – Selama tahun 2019, ribuan pasar tradisional di Indonesia terbakar. Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mendesak pemerintah memperhatikan kesejahteraan pedagang yang terdampak kebakaran.

Ketua DPP IKAPPI, Abdullah Masyuri mengungkapkan di tahun 2019, jumlah pasar tradisional yang terbakar meningkat signifikan. Dari catatannya, ada 10.088 kios yang terdampak dari 198 kasus kebakaran hingga Desember.

“Kerugian yang diderita mencapai triliunan rupiah," kata Abdullah, Selasa (31/12/2019).

Dari jumlah tersebut, artinya ada sekitar 16 peristiwa pasar terbakar tiap bulan, dengan rincian setidaknya 27 kios hangus tiap harinya. Beberapa kebakaran pasar tradisional besar yang dicatat IKAPPI di antaranya kios di Pasar Cipulir, Jakarta yang menyebabkan dua korban meninggal dunia, kebakaran Pasar Terapung di Tembilahan, Riau yang menyebabkan 400 kios ludes.

BACA JUGA: Ratusan Kios di Pasar Kalijati Subang Ludes Terbakar, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

IKAPPI menilai ada faktor kesengajaan kebakaran sebagaimana yang terjadi di Pasar Ngunut, Tulungagung pada Sabtu (2/11/2019). Api melahap sekitar 800 kios pedagang.

Selain itu ada juga kebakaran di Pasar TPO Tanjung Balai Sumatera Utara, Selasa (26/11/2019) yang menghanguskan 700 kios pedagang. Organisasi ini juga mencatat, Agustus menjadi bulan dimana terjadi kebakaran pasar paling tinggi dengan 28 kasus pasar terbakar.

“Dari semua kasus pasar terbakar, penyebabnya mayoritas disebabkan oleh dugaan arus aliran listrik," katanya.

Di Jawa Timur, selain di Pasar Ngunut Tulungagung, ada satu kasus kebakaran besar pasar tradisional yakni di Pasar Lawang pada Rabu (17/4/2019) yang menghanguskan setidaknya 500 kios pedagang.

BACA JUGA: Kronologi Kendaraan Pengangkut Bensin Terbakar di Pasar Rebo

Abdullah mengatakan, kebakaran menjadi momok yang mengerikan bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor perdagangan di pasar tradisional. Padahal jika merujuk pada Keputusan Menteri PU Nomor 10/KPTS/2000 disebutkan pengamanan pada bahaya kebakaran dimulai sejak proses perencanaan pembangunan.

"Dari sanalah kami mendesak pemerintah melalui instansi terkait memperhatikan juga unsur sarana penyelamatan, sistem proteksi aktif dan pasif, pengawasan, hingga pengendalian kebakaran pasar," katanya.

IKAPPI menilai masalah terbesar pasar tradisional yakni kurangnya manajemen pengelolaan dan pengawasan dari pemerintah yang masih jauh dari kata layak. “Saya berharap pemerintah harus menambah kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat kecil yang menggantungkan hidupnya di sektor pasar tradisional," katanya.


Editor : Umaya Khusniah