Program Pemutihan Pajak Kendaraan, Gubernur Khofifah: Ini Kado untuk Warga Jatim

Ihya Ulumuddin · Rabu, 18 September 2019 - 12:32:00 WIB
Program Pemutihan Pajak Kendaraan, Gubernur Khofifah: Ini Kado untuk Warga Jatim
Gubernur Jatim Khofifah saat jumpa pers untuk program pemutihan dan gratis biaya bea balik nama, Rabu (18/9/2019). (foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.idPemprov Jatim kembali memberikan program pemutihan denda pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama. Program keringanan untuk warga ini diberikan dalam rangka Hari Jadi ke-74 Provinsi Jawa Timur, dimulai pada 23 September hingga 14 Desember 2019.

"Banyak yang bertanya ke saya, Bu Khofifah apa ini (pemutihan) hoaks? Saya bilang tidak. Ini pemutihan dan pembebasan bea balik nama bagi pemilik kedua. Saya sampaikan ini kado bersama dari pemprov," ujar Khofifah seusai peluncuran maskot HUT Pemprov Jatim di Kompleks Gubernuran Jalan Pahlawan, Rabu (18/9/2019).

Khofifah berharap, seluruh warga bisa memanfaatkan, terutama mereka yang memiliki tunggakan pajak kendaraan. "Mumpung ada kesempatan. Manfaatkan dengan baik," katanya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim Budi Priyo mengakui jumlah tunggakan wajib pajak cukup banyak. Saat ini misalnya, ada sebanyak 1,9 juta kendaraan yang belum membayar pajak kendaraan bermotor. Sementara total pajak yang belum dibayar mencapai Rp374 miliar.

"Ini merupakan target Bapenda, ada sekitar hampir 2 juta kendaraan yang belum daftar ulang. Tunggakan tercatat Rp 374,208 Miliar. Itu roda 2 dan 4, jumlahnya 1.915.000 kendaraan," katanya.

Kendati demikian, Budi menilai tingkat kepatuhan masyarakat relatif cukup baik. Sebab, angka 1,9 juta kendaraan tersebut jika dipersentase hanya mencapai 3-4 persen.

"Jadi angka kepatuhannya masih di atas 95 persen. Ini sangat bagus. Mudah-mudahan dengan pemutihan ini bisa naik lagi," ucapnya.

Budi menjelaskan, untuk memanfaatkan layanan pemutihan ini, masyarakat bisa mengunjungi ratusan gerai Indomaret di seluruh Jatim. Selain itu ada samsat keliling yang siap melayani masyarakat.

"Pertama di 187 titik, termasuk Indomaret sebanyak 16.900 gerai se-Indonesia. Ada layanan mobile didukung 88 samsat keliling," katanya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Budi Indra Dermawan mengatakan, pembayaran pajak bisa dilakukan secara online. Budi mengimbau masyarakat memanfaatkan hal ini dengan baik.

"Kami lakukan layanan pada jam yang ditentukan. Saya harap masyarakat datang di waktu yang ditentukan. Bisa secara online karena sudah terintegrasi. Semoga langkah ini bisa menimbulkan kesadaran pajak masyarakat," katanya.

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: