Polres Ponorogo Amankan “Orang Gila” Bersenjata Tajam

Ihya Ulumuddin, Ahmad Subekhi · Kamis, 22 Februari 2018 - 14:08 WIB
Polres Ponorogo Amankan “Orang Gila” Bersenjata Tajam
Polisi memeriksa orang gila yang diamankan di Terminal Seloji, Ponorogo, Kamis (22/2/2018) dini hari. (Foto: iNews/Ahmad Subekhi)

PONOROGO, iNews.id – Polres Ponorogo mengamankan pria berlagak gila di Terminal Seloji, Ponorogo, Kamis (22/2/2018) dini hari. Pria berusia 30 tahun ini terjaring razia gabungan polisi dan Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Ponorogo saat lesehan di selasar terminal.

Dari tangan pria berperawakan kecil ini polisi mengamankan dua senjata tajam. Masing-masing satu pisau komando dan satu pisau dapur. Tak hanya itu, polisi juga mengamankan tas kecil berisi sapu tangan dan pakaian.

Kepada polisi, pria ini mengaku bernama Al Akbari, warga Ponorogo. Bahkan, dia juga sempat mengenalkan dirinya sebagai Charlie Van Houten, mantan vokalis grup band ST12. Karena itu dirinya mengenakan anting dan kacamata di kepala. “Katanya orang-orang saya ini Charlie Van Houten,” katanya saat diinterogasi di pos penjagaan tak jauh dari terminal, Kamis (22/2/2018).

Di hadapan polisi, Al Akbari mengaku hendak berangkat ke Jakarta untuk menemui kekasihnya. Dia mengaku punya kekasih bernama Dinda Permata Sari. Namun, tidak mengetahui posisi pastinya. “Aku ingin menemui pacarku di Jakarta. Aku nggak tahu ada apa denganku, ada masalah apa, aku nggak tahu,” katanya ngelantur.

Untuk kepentingan penyelidikan, malam itu juga Al Akbari dibawa ke Mapolres Ponorogo untuk dimintai keterangan. Ini karena yang bersangkutan kedapatan membawa senjata tajam dan berlaku seperti orang dengan gangguan jiwa.

Kasat Sahabara Polres Mojokerto AKP Hariyanto mengatakan, razia gelandangan dan orang gila sengaja dilakukan dalam rangka Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat). Kegiatan ini juga sekaligus untuk memberikan jaminan keamanan bagi ulama dan tokoh masyarakat, menyusul banyaknya isu teror bernuansa agama.

“Di beberapa daerah sedang marak isu teror terhadap kiai dan tokoh agama. Pelakunya diindikasi orang gila. Karena itu, malam ini kami melakukan razia,” kata Hariono di sela-sela razia tadi malam.

Seperti diberitakan, pasca rentetan kasus teror bernuansa yang dilakukan orang gila, Polda Jatim menginstruksikan kepada polres jajaran untuk menggelar razia. Langkah antisipatif ini dilakukan dengan berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat. Di Jawa Timur sendiri kasus teror bernuansa agama terjadi di beberapa wilayah.

Di antaranya di Lamongan, Tuban dan Kediri. Di Lamongan, orang gila menyerang Pengasuh Pondok Pesantren Krangasem, Paciran, KH Hakam Mubarok. Di Tuban, rombongan pria asing menyerang warga dan merusak kaca masjid. Sedangkan di Kediri muncul teror di Pondok Pesantren Ploso.


Editor : Himas Puspito Putra