Polres Malang Tangkap 2 Pelaku Pemalsuan Dokumen Blue-e

Deni Irwansyah ยท Jumat, 28 Agustus 2020 - 11:55:00 WIB
Polres Malang Tangkap 2 Pelaku Pemalsuan Dokumen Blue-e
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Setiyadi (kiri) saat menunjukkan bukti kartu Blu-e Palsu. (Foto: iNews.id/Deni Irwansyah)

MALANG, iNews.id – Dokumen bukti lulus uji elektronik (blu-e) dipalsukan. Kasus ini terbongkar dari hasil penyelidikan Polres Malang dan Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan dua orang pelaku.

Kedua pelaku masing-masing berinisial K dan AG. Dua warga Kabupaten Malang ini memalsukan dokumen negara tersebut dengan modus jasa pengurusan surat kendaraan bermotor.

Informasi yang dihimpun, pengungkapan kasus ini bermula dari sebuah truk yang terjaring razia petugas Dinas Perhubungan karena melanggar. Saat diperiksa, pengemudi menunjukkan kartu blue-e. Namun, saat dicek pertugas menggunakan alat khusus, tidak muncul informasi.

Curiga kartu blu-e tersebut palsu, petugas lantas melapor ke Satreskrim Polres Malang. Dari hasil penyelidikan polisi, kartu blu-e tersebut dipastikan palsu. Kartu palsu tersebut diproduksi dua tersangka, masing-masing K dan AG.

“Modusnya berkedok sebagai biro pengurusan kendaraan bermotor. Untuk satu surat blu-e palsu ini tersangka menjual dengan harga Rp450.000 hingga Rp4 juta, tergantung jenis kendaraan. Padahal biaya pengurusan aslinya hanya puluhan ribu,” kata Kasat Reskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, Jumat (28/8/2020).

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi berterima kasih atas kerja Dinas Perhubungan dan Polres Malang, sehingga kasus pemalsuan tersebut berhasil terungkap. Sebab, dengan pemalsuan tersebut, negara dirugikan.

“Pengungkapan kasus pemalsuan dokumen blu-e palsu ini merupakan hal baru dan pertama kali di Indonesia. Jika tidak terungkap kami khawatir praktik pemalsuan ini semakin meluas dan merugikan negara,” katanya.

Budi mengatakan, banyaknya pengusaha angkutan yang memodifikasi kendaraannya hingga melebihi kapasitas, membuat mereka berbuat nakal. Mereka menggunakan jalan pintas dengan meminta tolong biro jasa nakal. Sebab, mereka tahu, jika mengurus blu-e secara resmi, jelas tidak lolos.

“Tapi, kadang mereka sendiri tidak tahu jika kartu (blu-e) yang mereka miliki palsu,” ujarnya.

Sementara itu, akibat perbuatan ini, kedua pelaku dijerat pasal 263 dan 264 KUHP tentang Pemalsuan dengan ancaman enam tahun penjara.


Editor : Ihya Ulumuddin