Polisi Tetapkan 2 Tersangka Ambruknya Gedung SDN 2 Samaran Sampang

Okezone.com ยท Rabu, 26 Februari 2020 - 08:08 WIB
Polisi Tetapkan 2 Tersangka Ambruknya Gedung SDN 2 Samaran Sampang
Polisi Tetapkan 2 Tersangka Ambruknya Atap SDN 2 Samaran, Sampang, Madura. (Foto: Okezone.com)

SAMPANG, iNews.idPolres Sampang menetapkan dua orang tersangka kasus ambruknya ruang kelas SDN 2 Samaran, di Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Keduanya diduga menilap uang proyek pembangunan SD tersebut sehingga kualitas bangunan buruk.

“Dua tersangka yang kami tahan diduga telah melakukan tindak pidana korupsi kegiatan rehabilitasi ruang kelas SDN Samaran 2," ujar Kapolres Sampang, AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro, Selasa (25/2/2020).

Kedua tersangka adalah Dwi Cahya Febriyanto (29) warga Kelurahan Rongtengah, dan Halili (50) warga Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota Sampang.

Keduanya diduga terlibat dalam pengerjaan proyek rehabilitasi ruang kelas IV, V dan VI SDN 2 Samaran. Proyek senilai Rp149.900.000 itu dibiaya dari Dana Alokasi Umum yang masuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017.

Dwi Cahya Febriyanto, merupakan pelaksana lapangan dengan masa kerja 100 hari. Sementara Halili sebagai konsultan pengawas.

"Hasil pekerjaan rehabilitasi ruang kelas SDN Samaran 2 mengalami perubahan struktur atap menjadi melengkung dan membahayakan sejak Mei 2019. Ruang kelas IV dan V ambruk pada 17 Januari 2020," ujarnya.

Motif yang dialakukan dua tersangka, menggunakan CV milik orang lain atau pinjam bendera, serta mengurangi dimensi dan jenis material tidak sesuai spesifikasi dan RAB.

"Akibat kejadian tersebut, negara mengalami kerugian sebesar Rp133.547.272," katanya.

Keduanya diancam dengan Pasal 2 Sub Pasal 7 (Ayat) 1 Huruf a dan b Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.


Editor : Reza Yunanto