Polisi Tembak Mati Begal Sadis di Surabaya, Aksi Mereka Membuat Korban Lumpuh Permanen

Yudha Prawira ยท Jumat, 06 Desember 2019 - 14:55 WIB
Polisi Tembak Mati Begal Sadis di Surabaya, Aksi Mereka Membuat Korban Lumpuh Permanen
Polisi menembak mati seorang begal sadis di Surabaya, karena aksi mereka membuat korban lumpuh permanen. (Foto: iNews/Yudha Prawira).

SURABAYA, iNews.id - Polisi menembak mati seorang pelaku begal sadis di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Tindakan tegas ini diambil karena pelaku menyerang petugas dengan senjata tajam saat akan diamankan.

Jasad pelaku begal sadis, Hartono (31), kini berada di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Tubuhnya terdapat sejumlah luka tembak yang menyebabkan pelaku tewas di tempat. Jenazah pria ini nantinya akan diserahkan ke pihak keluarga di Jalan Balongsari Madya Surabaya.

"Pelaku ada dua orang. Hartono ini merupakan eksekutor yang telah melukai korban," kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Jatim, Jumat (6/12/2019).

Menurut dia, tindakan tegas polisi kali ini menjadi peringatan bagi para pelaku begal dan pencurian dengan kekerasan yang berani coba-coba beraksi di wilayah tersebut.

Selain pelaku Hartono, polisi juga menangkap pelaku Noval Riyadi (28). Pelaku ditembak petugas di bagian kaki, karena sempat berusaha kabur ketika rekannya Hartono melakukan perlawanan.

Sebelumnya kedua pelaku melakukan aksi begal di kawasan Citraland Surabaya. Tidak hanya merampas ponsel dan motor korban, mereka juga melukai korban, Slamet Efendi (21), hingga terluka parah.

Korban mengalami luka di bagian tangan akibat bacokan senjata tajam. Mirisnya, kini Slamet menderita lumpuh permanen, karena kakinya harus diamputasi lantaran terkena sabetan celurit milik Hartono.

"Karena saya melawan menendang mereka. Jadi mereka bacok kaki saya yang kanan," kata Korban, Slamet Efendi.

Dari hasil pemeriksaan polisi, komplotan begal sadis ini sudah beraksi sebanyak 12 kali di wilayah Kota Surabaya. Modus mereka berpura-pura bertanya alamat dan minta diantar ke lokasi tujuan.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal