Polisi Tangkap Pembunuh Pengusaha Laundry di Surabaya, Ini Motifnya

Antara ยท Jumat, 18 Januari 2019 - 17:11 WIB
Polisi Tangkap Pembunuh Pengusaha Laundry di Surabaya, Ini Motifnya
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan. (Foto: dok iNews)

SURABAYA, iNews.id – Kasus penemuan mayat perempuan dalam tong plastik warna hijau di pinggir Jalan Romokalisari, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), terpecahkan dalam kurun waktu 24 jam. Polisi menangkap pelaku yakni SR (19) dan MA (20), keduanya warga asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Mereka tampak dihadiahi timah panas oleh petugas pada bagian kakinya.

Pengungkapan kasus ini berawal dari diketahuinya identitas mayat usai proses identifikasi. Korban yakni bernama Ester Lilik Wahyuni (51) warga Jalan Simpang Darmo Permai Selatan XIII/ 03, Sambikerep, Surabaya. Perempuan ini merupakan seorang pengusaha laundry atau penatu.

Penyelidikan polisi mendapati korban di tempat usahanya memiliki dua anak buah atau pekerja. Mereka masing-masing SR dan MA. Keduanya tidak berada di lokasi saat polisi melakukan penggeledahan di rumah korban.

"Keduanya kami tangkap di Pelabuhan Gresik tadi pagi. Mereka hendak pulang ke Pulau Bawean dan sedang menunggu kapal," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan dalam jumpa pers di Surabaya, Jumat (18/1/2019).


Menurut Rudi, mereka baru bekerja selama delapan hari di tempat usaha laundry milik korban yang berlokasi di Jalan Simpang Darmo Permai Selatan. Hasil pemeriksaan, keduanya akhirnya mengakui telah melakukan pembunuhan berencana terhadap juragannya.

"Motifnya sakit hati. Mereka mengaku diusir dari tempat kerja karena dituduh mencuri ponsel milik korban dan tidak diberi gaji setelah bekerja selama seminggu," katanya.

MA membenarkan keterangan yang disampaikan Kapolrestabes Rudi Setiawan. Dia mengaku dijanjikan gaji bulanan masing-masing Rp1,7 juta. Tapi belum sampai sebulan bekerja mereka diusir karena dituduh mencuri ponsel.

“Saya tidak mencuri. Saya tanyakan ke teman saya SR juga bilang tidak mencuri," kata MA.

MA dan SR merasa jerih payah mereka selama seminggu bekerja berhak mendapat upah. Karena upah tidak dibayarkan, keduanya merencanakan pembunuhan.

“Kami hanya minta Rp100.000 untuk ongkos pulang ke Bawean. Seandainya dikasih, tentunya tidak akan terjadi hal ini (pembunuhan)," ucap MA.

Polisi mengungkap pembunuhan terjadi di rumah korban yang sekaligus juga tempat usaha laundry pada Senin (14/1/2019) pukul 14.40 WIB. Kedua pelaku memukuli korban di bagian dada, muka dan dicekik lehernya hingga tak bernyawa.

Mayat korban kemudian dibungkus menggunakan seprei dan dimasukkan ke tong plastik, lalu dibuang di pinggir Jalan Raya Romokalisari Surabaya dengan mengendarai sepeda motor berboncengan. Kedua pelaku juga sempat membawa lari uang korban senilai Rp2,4 juta.


Editor : Donald Karouw