Polisi Kejar Guru Dita, Otak Bom Bunuh Diri di 3 Gereja di Surabaya
SURABAYA, iNews.id – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri masih memburu Abu Bakar, guru dari pelaku peledakan bom di Gereja Pantekosta, Dita Oeprianto. Menurut keterangan polisi, Abu Bakar adalah sosok penting di balik doktrin radikal terhadap tiga keluarga, pelaku bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo.
“Ada dua orang yang sekarang masih kami buru. Satu di antaranya adalah Abu Bakar. Dia ini gurunya Dita Oeprianto, otak bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya pada hari Minggu,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, Selasa (15/5/2018).
Machfud menjelaskan, melalui Abu Bakar itu pula, Dita mendapat ajaran tentang Islam radikal dan ditularkan kepada keluarga dan rekannya sesama jaringan. “Sekarang terus diburu. Mudah-mudahan, segera tertangkap. Teman-teman di lapangan bekerja terus,” kata Machfud dalam keterangan pers siang tadi.
Menurut Machfud hubungan antara Dita dengan Abu Bakar diperkirakan sudah cukup lama. Pasalnya, sejak usia SMA, Dita sudah terkontaminasi ajaran islam radikal. “Sejak SMA Dita ini sudah dapat doktrin itu (islam radikal). Bahkan dia sudah mulai cari-cari sendiri tentang ajaran itu melalui internet dan lain sebagainya,” tukasnya.
Seperti diketahui, Dita Oeprianto menjadi otak pengeboman di tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5/2018). Dita mengajak istri dan empat orang anaknya untuk melakukan aksi bom bunuh diri di tempat berbeda. Masing-masing di Gereja Santa Maria Ngagel Utara dan GKI Jalan Diponegoro. Sedangkan dirinya melakukan aksi bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Jalan Arjuno.
Hingga saat ini, sedikitnya 18 orang tewas akibat serangan teror bom tersebut. Sementara puluhan korban luka sementara dirawat di sejumlah rumah sakit di Surabaya.
Editor: Himas Puspito Putra