Polisi Gerebek Industri Rumahan Senjata Ilegal di Lumajang, 40 Pucuk Senjata Disita

Ihya' Ulumuddin, Antara ยท Sabtu, 07 Desember 2019 - 22:57 WIB
Polisi Gerebek Industri Rumahan Senjata Ilegal di Lumajang, 40 Pucuk Senjata Disita
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat konferensi pers tentang kasus perdagangan senapan angin ilegal tanpa izin di Kabupaten Lumajang, Jatim, Sabtu (7/12/2019). (Foto: Antara)

LUMAJANG, iNews.id – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) menggerebek gudang perakitan dan penjualan senjata api ilegal jenis air gun dan airsoft gun di Kabupaten Lumajang, Sabtu (7/12/2019). Polisi mengamankan pemilik industri rumahan senapan ilegal berinisial AH bersama 40 pucuk senjata.

Penggerebekan tersebut dipimpin langsung Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan. Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setiyawan dan Kapolres Lumajang AKBP Adewira Siregar juga ikut dalam penggerebekan.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, penggerebekan itu berawal dari Unit 3 Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim yang mendapat informasi dari masyarakat. Disebutkan, telah terjadi tindak pidana perdagangan airsoft gun atau air gun tanpa dilengkapi izin pada Novemver 2019.

“Dari laporan itu, petugas melakukan penyelidikan. Ternyata laporan tersebut terbukti benar,” ujar Luki Hermawan di Lumajang.

 

BACA JUGA:

Sisir TKP Bentrok, Polisi Temukan Banyak Senjata di Register Mesuji 45

Polisi Tangkap Gerombolan Preman Bersenjata Api di Jelambar Jakarta Barat

 

Bahkan, kata Luki, di Jalan Mayor Kamari Sampurno di Lumajang telah terjadi perakitan senapan angin jenis air rifle. Usaha perakitan senapan angin ilegal tersebut telah berlangsung sejak tahun 2015. Mereka telah memproduksi dan memperdagangkan sebanyak 250 pucuk senapan angin.

“Sebanyak 250 pucuk senjata tersebut terdiri atas senapan lomba kurang lebih 100 pucuk dan senapan berburu kurang lebih 150 pucuk senjata,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan dari pemilik industri rumahan senapan ilegal itu, bahan baku usahanya diperoleh melalui pesanan dalam jaringan online. Termasuk di dalamnya ada yang berasal dari luar negeri dan diperjualbelikan melalui daring atau luar jaringan offline.

Dari penggerebekan itu, Polda Jatim mengamankan pemilik industri rumahan senapan ilegal berinisial AH. Polisi juga menyita barang bukti yang ditemukan di gudang pembuatan tersebut sebanyak 40 pucuk senjata yang terdiri atas 20 pucuk senjata air gun untuk berburu dan 20 pucuk senjata air gun untuk lomba.

 

BACA JUGA: Nakhoda Ditangkap Petugas di Bangka Belitung karena Kepemilikan Senpi Ilegal

 

Selain itu, polisi menyita barang bukti lainnya berupa 35 pak peluru senapan angin kaliber 5,5 mm merek H&N Sport; 1 pak peluru senapan angin kaliber 9,0 mm merek Exact; 2 pak peluru senapan angin kaliber 5,5 merek Samyang.

Kemudian, 12 pak peluru senapan angin kaliber 6,35 merek Samyang; 6 pak peluru senapan angin kaliber 5,5 merek Exact; 2 pak peluru senapan angin kaliber 5,5 merek Straton; 3 pak peluru senapan angin kaliber 6,35 merek Exact, serta 1 bundel faktur pengiriman senapan angin.

Atas perbuatannya, pemilik industri rumahan senapan ilegal berinisial AH diancam dengan Pasal 106 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang pelaku usaha yang melakukan kegiatan usaha perdagangan tanpa izin di bidang perdagangan.

“Kemudian, Pasal 1 atau Pasal 2 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia membuat atau menerima menyembunyikan atau mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senpi, amunisi atau sesuatu bahan peledak,” ujarnya.

Pascapenggerebekan tersebut, Polda Jatim akan terus mengembangkan kasus tersebut untuk menelusuri jaringan peredaran senjata ilegal dan distribusi senjata ilegal. Pasalnya, industri rumahan pembuatan senjata ilegal di Lumajang sudah beroperasi selama empat tahun.


Editor : Maria Christina