Polisi Bongkar Kasus Perdagangan Satwa Liar yang Rugikan Negara Miliaran Rupiah

Rahmat Ilyasan ยท Selasa, 04 Februari 2020 - 18:00 WIB
Polisi Bongkar Kasus Perdagangan Satwa Liar yang Rugikan Negara Miliaran Rupiah
Beberapa satwa liar yang dilindungi kini disita dari lima tersangka, di Surabaya, Jatim. (Foto: iNews/)

SURABAYA, iNews.id – Perdagangan satwa liar yang dilindungi berhasil dibongkar Subdit Tindak Pidana Tertentu Ditreskrimsus Polda Jawa Timur (Jatim). Akibat kasus ini, negara rugi hingga Rp1,5 miliar rupiah.

Sebanyak lima tersangka dari Tulung Agung, Trenggalek serta Situbondo, Jatim, berhasil dibekuk polisi. Dari tangan mereka, petugas mengamankan berbagai jenis burung sejumlah 53 ekor dan 610 buah kerang.

Jenis burung yang mereka jual di antaranya burung Kakatua Maluku dan Elang Berontok. Mereka juga memperjualbelikan binturong kukang, alap-alap sapi. Sementara untuk satwa mati terdiri atas 12 ekor yakni jenis burung Kakatua Maluku, Lutung Jawa serta Julang Emas dan buah Kerang.

Pelaku mengaku menjual hewan-hewan ini mulai dari harga Rp500.000 hingga Rp8 juta per ekor. Mereka menjual satwa langka melalui media sosial baik ke pembeli lokal maupun luar negeri.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, penangkapan tersangka-tersangka ini bermula dari diamankannya seorang pedagang satwa dilindungi asal Trenggalek. Setelah dilakukan pengembangan, polisi kembali menangkap tiga tersangka di Tulungagung.

“Berdasarkan perhitungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), ini nilainya mencapai Rp1,5 miliar,” katanya saat ekspos kasus di Mapolda Jatim, Selasa (4/2/2020).

Ketua BKSDA Jatim, Nandang meminta kepada jaksa, agar hewan-hewan tersebut bisa dikembalikan ke habitatnya meski proses hukum masih berjalan. Jika tidak, maka hewan-hewan tersebut terancam stres dan mati.

“Jadi tidak menunggu hingga kasus selesai baru dilepasliarkan,” katanya.

Akibat perbuatan tersebut, kelima tersangka ini dijerat dengan Undang-Undang tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Selain merugikan negara, tersangka juga merusak ekosistem akibat pembalakan satwa liar. Kini, polisi juga masih memburu pemasok satwa dilindungi tersebut.


Editor : Umaya Khusniah