Polda Jatim Tembak Mati Kurir Sabu Jaringan Internasional

Ihya Ulumuddin ยท Senin, 11 Maret 2019 - 14:43 WIB
Polda Jatim Tembak Mati Kurir Sabu Jaringan Internasional
Jasad kurir sabu jaringan internasional, YP. (Foto: iNews/Ihya Ulumuddin).

SURABAYA, iNews.id – Anggota Ditreskoba Polda Jatim menembak mati seorang kurir sabu antarnegara, Senin (11/3/2019). Pelaku berinisial YP (35), warga Kabupaten Sidoarjo ini dihabisi petugas setelah mencoba kabur saat dikeler di Madura, dini hari tadi.

YP sebelumnya diringkus polisi Pada Minggu (10/3/2019) di SPBU Kebomas Gresik. Saat itu, YP baru saja turun dari bus pemberangkatan Jakarta. Dari penangkapan itu, polisi menemukan lima kilogram sabu-sabu dalam koper miliknya.

"Sabu-sabu itu dia ambil dari seorang bandar di Jakarta berinisial KIM, untuk dibawa kepada pemesan di Surabaya. Inisial EVO. Namun, belum sampai bertemu penadah di Surabaya, dia kami tangkap," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Senin (11/3/2019).

Dari penangkapan YP inilah, polisi menelusuri penadah berinisial EVO. Caranya dengan menggiring YP ke alamat yang dituju. Sayang, beberapa kali polisi mendatangi tempat yang dituju, dia tidak ada ditempat.

"Tersangka YP ini tidak jelas. Awalnya bilang ada di Gubeng Surabaya. Polisi semua ke sana. Ternyata tidak ada. Setelah itu dia bilang, ada di Bangkalan. Tetapi tidak ada juga," kata dia.

Sebagaimana pengakuan YP saat ditangkap, bahwa sabu tersebut akan diterima oleh EVO di Stasiun Gubeng Surabaya. Namun, bila yang bersangkutan tidak datang, sabu langsung di kirim ke Desa Sendanglauk, Kecamatan Labang, Bangkalan.

Saat berada di Bangkalan inilah tersangka YP berulah. Setelah menunggu lama Evo tak datang, YP melarikan diri. "Polisi sebenarnya sudah memberikan tembakan peringatan agar tersangka tidak lari. Tetapi dia nekat. Sehingga terpaksa diambil tindakan tegas dan terukur," katanya.

Barung menjelaskan, YP merupakan jaringan lama. Selama ini dia berhubungan dengan bandar besar di Jakarta (KIM). Bandar ini pula yang selama ini mendapat suplai sabu dari Malaysia. Dari KIM inipula barang haram tersebut diedarkan ke sejumlah wilayah di Indonesia. Di antaranya di Surabaya dan Madura.

Sementara itu, dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya lima bungkus plastik berisi lima kilogram sabu, sebuah ponsel, koper, tiket bus, uang tunai Rp2.350.000, dan KTP atas nama YP.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal