Polda Jatim Janji Segera Ungkap Kematian Mantan Wakapolda Sumut

Ihya Ulumuddin ยท Senin, 26 Februari 2018 - 16:00:00 WIB
Polda Jatim Janji Segera Ungkap Kematian Mantan Wakapolda Sumut
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin))

SURABAYA,  iNews.id - Penyebab kematian mantan Wakil Kepala Polda (Wakapolda) Sumatera Utara Kombes Pol (Purn) Agus Samad (71), di rumahnya, Perum Bukit Dieng, Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Sabtu (24/2/2018) masih menjadi teka teki.

Sampai saat ini aparat kepolisian belum mendapatkan bukti sahih mengenai penyebab kematian Agus yang misterius itu apakah dibunuh atau bunuh diri.

Polda Jatim telah turun tangan melakukan penyelidikan. Mereka juga melibatkan tim ahli forensik untuk membantu mengungkap misteri itu. Namun, sampai saat ini hasilnya masih nihil. Polda Jatim belum berani memastikan, penyebab maupun motif peristiwa tewasnya Agus.

"Tinggal menunggu hasil autopsi yaitu dokter forensik yang akan kita lakukan hari ini. Besok sudah keluar, kami berjanji dua, tiga, hari akan kita simpulkan terhadap kematian itu," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Senin (26/2/2018).

Barung mengatakan, aparat kepolisian akan serius mengusut kasus tersebut. Karenanya,  kasus ini tidak hanya ditangani oleh Polres Malang Kota. Namun juga di-back up penuh oleh Polda Jatim.

Sampai saat ini, penyidik telah memeriksa lima orang saksi. Saksi saksi tersebut, ditengarai mengetahui keberadaan korban sebelum akhirnya ditemukan tewas. Juga saksi orang yang menemukan korban pertama kali.

"Saksi saksi yang ada memang mendukung. Ada ruang privat yang tidak perlu saya sampaikan kepada rekan-rekan, menyangkut tentang apa yang terjadi," ujar Barung.

Kasus ini menjadi perhatian, lantaran saat ditemukan, korban yang juga mantan Wakapolda Sumatera Utara ini ditemukan bersimbah darah dengan kaki terikat. Selain itu, kata Barung, korban juga salah satu keluarga besar Polri.

"Memang berita tentang kematiannya, adalah berita yang menyangkut tentang banyaknya fakta-fakta, misalnya darah yang berceceran di mana-mana," katanya.

Meski demikian, penyidik masih menetapkan dua kesimpulan pada kasus kematian korban, yakni karena pembunuhan dan bunuh diri. Di lokasi kejadian, juga ditemukan silet dan bekas botol cairan racun serangga. "Karena itu, publik kita mengharapkan untuk sabar," tandas Barung.

Sebelumnya diberitakan, mantan Wakapolda Sumatera Utara, Kombespol Agus Samad, ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di Malang. Purnawirawan Polri ini, ditemukan tetangga dalam kondisi tak bernyawa, bersimbah darah dan kondisi kaki terikat.

Polisi belum berani memastikan jika kasus yang menimpa korban ini kasus pembunuhan. Hingga Sabtu siang, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan terhadap kasus ini. 

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel: