Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan 6,9 Kilogram Sabu Senilai Rp7 Miliar asal Malaysia

Ihya' Ulumuddin ยท Rabu, 30 Oktober 2019 - 17:39 WIB
Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan 6,9 Kilogram Sabu Senilai Rp7 Miliar asal Malaysia
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera dan Wadirreskrimum AKBP Teddy Suhendyawan Syarif menunjukkan barang bukti 6,9 kg sabu asal Malaysia, Rabu (30/10/2019). (Foto: iNews.id/Ihya 'Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Jatim menggagalkan penyelundupan 6,9 kilogram sabu-sabu senilai Rp7 miliar asal Malaysia. Serbuk haram itu diamankan dari dua orang bandar dan kurir sesaat setelah masuk ke Jawa Timur.

Wadirreskoba Polda Jatim AKBP Teddy Suhendyawan Syarif mengatakan, sabu-sabu masuk ke Jawa Timur lewat jalur darat, Entikong-Batam.

"Dari Batam, sabu-sabu dikirim ke Surabaya melalui jalur darat. Setelah itu diedarkan ke beberapa daerah antara lain Mojokerto, Malang dan Madura," katanya.

Untuk mengelabui petugas, sabu-sabu tersebut dimasukkan ke dalam kemasan teh china ukuran 1 kilogram.

"Ada tujuh kantong teh China yang kami amankan. Masing-masing berisi hampir satu kilogram sabu," kata Teddy.

BACA JUGA: Pengedar Narkoba Antarprovinsi Ditangkap di Bangka Barat, Polisi Sita 3 Kg Sabu

Penyelundupan sabu-sabu jaringan internasional ini terbongkar atas informasi masyarakat. Informasi tersebut menyebutkan ada pengiriman sabu-sabu asal Batam yang dibawa seorang pria berinisial GEP.

"Dari sana, mobil pelaku kami kuntit. Begitu sampai di Simokerto, Surabaya, pelaku kami tangkap. Ada 1 kilogram sabu-sabu yang dibawa," katanya.

Dari hasil penangkapan GEP, polisi mendapati identitas bandar berinisial H. Bandar ini memiliki sabu-sabu lebih banyak yakni 6 kilogram.

BACA JUGA: Simpan 1 Kilogram Sabu dalam Saset Kopi, Pemuda di Samarinda Dibekuk Petugas

Seluruh barang haram tersebut baru saja diambil H dari kurir GEP untuk diedarkan ke Madura.

"Dia kami kuntit dalam perjalanan ke Bangkalan. Begitu sampai di perbatasan Ketapang, mobil Honda Mobilio pelaku kami hadang,” kata Teddy.

Dalam penangkapan ini, pelaku sempat melawan. Motor polisi yang menghadang ditabrak. Tetapi malah mobil tersangkut, sehingga pelaku H ini kami tembak mati," katanya.

Sementara Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, bandar H merupakan bagian dari jaringan besar di Malaysia dan Myanmar. Dia juga berada dalam satu jaringan dengan pelaku peredaran sabu yang berhasil diamankan di Batam dan Lumajang beberapa waktu lalu.

"Makanya kemasannya sama. Dibungkus dengan kemasan teh. Hasil penyelidikan kami, sabu ini diecer kembali dengan ukuran kecil dan diedarkan ke sejumlah wilayah di Jatim,” kata Frans.


Editor : Umaya Khusniah