Polda Jatim Bekuk Komplotan Pembobol Kartu Kredit Lintas Negara

Ihya Ulumuddin ยท Selasa, 20 Maret 2018 - 21:24:00 WIB
Polda Jatim Bekuk Komplotan Pembobol Kartu Kredit Lintas Negara
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menunjukkan pelaku dan sejumlah barang bukti hasil kejahatan di Mapolda Jatim, Selasa (20/3/2018) kepada media. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur (Ditreskrimsus Polda Jatim) membekuk komplotan pembobol kartu kredit lintas negara. Mereka adalah para peretas yang tergabung dalam komunitas facebook bernama “Kolam Tuyul”.

Mereka adalah IIR (27 tahun), warga Pakis, Kota Malang; HKD (36), warga Balen, Kabupaten Bojonegoro; dan ZE, juga warga Jawa Timur. Dengan keahlian masing-masing, mereke meretas akun milik warga asing dan membobol kartu kredit dari jarak jauh. Selanjutnya, hasil kejahatan itu mereka belanjakan dengan sejumlah barang berharga jutaan rupiah.

“Komplotan ini cukup mahir dalam meretas akun. Bayangkan, dalam waktu kurang dari setahun, mereka bisa membobol kartu kredit hingga hampir Rp1 miliar,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Selasa (20/3/2018).

Barung mengatakan, para korban pembobolan komplotan “Kolam Tuyul” ini adalah orang asing. Namun, mayoritas mereka adalah warga Amerika Serikat. “Kami masih terus lakukan pengembangan untuk memburu kemungkinan tersangka lain,” katanya.

Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim, Ajun Komisaris Besar Polisi Arman Asmara, menjelaskan, kasus ini dibongkar setelah polisi menerima informasi tentang aktivitas peretasan terhadap akun Apple dan Paypal dengan menggunakan sistem elektronik. Petugas menelusuri dan ditangkaplah IIR di Pakis, Kota Malang, pada 15 Maret 2018 lalu.

Dari IIR, petugas melacak pelaku lain dan ditangkaplah HKD dan ZE di Surabaya. Dalam aksinya, tersangka mencuri data kartu kredit milik orang lain. Data kartu kredit tersebut diperoleh dari data transaksi yang dijebol tersangka di akun Apple dan Paypal. Cukup mengetahui nomor kartu kredit, tersangka sudah bisa mengendalikan dan berbelanja secara online.

Tersangka, terang Arman, sudah beraksi sejak tahun 2016. Sudah ribuan kartu kredit mereka jebol, dikendalikan dan dibelanjakan secara online tanpa hak. Kebanyakan korbannya adalah pemilik kartu kredit warga luar negeri, di antaranya warga Amerika Serikat. “Korbannya warga Amerika,” katanya.

Tersangka, lanjut Arman, membelanjakan rupa-rupa barang bernilai jutaan rupiah per produk. Barang yang mereka beli ada dipakai sendiri, kebanyakan dijual kepada pemesan. “Ada laptop, berlian, sepatu, jam tangan, dan beberapa barang lainnya. Barang buktinya ini semua nilainya Rp500 juta,” kata Arman.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat dengan Pasal 30 Ayat (2) dan atau Pasal 32 Ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ada pula yang dijerat Pasal 46 ayat (2) UU ITE. “Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara,” ujar Arman.

Editor : Himas Puspito Putra

Bagikan Artikel: