Pilkades di Lumajang Ricuh Diduga karena Politik Uang, 3 Orang Terluka

Ihya' Ulumuddin, Antara ยท Rabu, 18 Desember 2019 - 22:20 WIB
Pilkades di Lumajang Ricuh Diduga karena Politik Uang, 3 Orang Terluka
Polisi diturunkan untuk mengamankan kondisi wilayah rawan kericuhan antarwarga. (Foto: Dok iNews).

LUMAJANG, iNews.id - Tiga orang terluka dalam kericuhan pemilihan kepala desa (pilkades) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim). Para korban dilarikan ke rumah sakit akibat luka tusuk dan bacokan senjata tajam.

Keributan ini terjadi dalam pilkades di Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, Rabu (18/12/2019). Ketiga warga yang terluka yakni, Khoir (62) warga Desa Kunir Lor yang mengalami luka di kepala, Roni (45) warga Desa Jatirejo (luka tusuk) dan Paing (40) warga Desa Jatirejo (bacok di lengan kiri dan perut).

Kapolsek Kunir, Iptu Hariyono mengatakan, kronologinya berawal saat seorang warga bernama Hari memberikan uang Rp20 ribu kepada Hamzah yang hendak mencoblos. Tiba-tiba Roni langsung memegang tangan Hamzah dan menyeretnya ke hadapan warga lainnya.

BACA JUGA: Istri Tak Bisa Ikut Pilkades, Suami di Talaud Ngamuk Bawa Senjata Tajam

Ketika itu, terjadi perlawanan dari Khoir bersama teman-temannya langsung mengeroyok Paing dan Roni. Akibat keributan itu, Paing dan Roni mengalami luka robek dan tusukan senjata tajam.

"Namun Paing membalasnya dengan menggunakan bambu untuk memukul Khoir dan mengenai kepalanya. Keributan itu kemudian berhasil dilerai pihak keamanan Polri dan TNI," katanya.

Ketiga korban yang terluka dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Kunir, selanjutnya Khoir dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara, sedangkan Roni dan Paing dirujuk ke RSU Haryoto Lumajang.

BACA JUGA: Pilkades Ricuh di Sampang Madura, Brimob dan TNI Turun Tangan Waspadai Carok Massal

"Keributan tersebut dipicu indikasi politik uang dan beda dukungan calon kepala desa yang bersaing dalam Pilkades Kunir Kidul," katanya.

Meski sempat terjadi kericuhan, Pilkades Kunir Kidul tetap berlanjut hingga selesai karena suasana kembali kondusif setelah aparat keamanan turun tangan untuk menangani kericuhan itu.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal