Peziarah Makam Wali Syeh Jumadil Kubro Mojokerto Ditemukan Tewas, Diduga Sakit

Sholahudin ยท Senin, 13 Januari 2020 - 16:21 WIB
Peziarah Makam Wali Syeh Jumadil Kubro Mojokerto Ditemukan Tewas, Diduga Sakit
Jenazah Jatmiko (49) ditemukan di bawah pohon mangga di komplek makam Wali Syeh Jumadil Kubro di Mojokerto. (Foto: iNews/Sholahudin)

MOJOKERTO, iNews.id - Seorang pengunjung Makam Wali Syeh Jumadil Kubro di Desa Sentono Rejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim) ditemukan tak bernyawa, Senin (13/1/2020) pagi. Diduga, korban tewas karena sakit.

Jatmiko (49) ditemukan tewas di belakang pohon mangga di belakang makam. Warga Desa Kalangan Semanding, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, ini diketahui sudah datang sejak sepekan sebelumnya dalam keadaan drop dan berniat berobat di makam.

Awalnya, korban dikira tidur karena saat itu masih sekitar pukul 04.30 WIB. Namun saat didekati dan diperiksa oleh juru kunci makam, ternyata korban sudah tidak bernafas.

Kejadian ini selanjutnya kejadian ini dilaporkan ke petugas loket dan dilanjutkan ke Polsek Trowulan.

Juru kunci makam, Matsuaji, mengatakan korban datang ke Makam Syeh Jumadil Kubro seminggu lalu dalam keadaan sakit dan bermaksud berobat. Di lokasi, korban berkeliling di komplek makam.

BACA JUGA: Mayat Janda dengan Tangan Terikat Kabel Ditemukan di Tebo, Diduga Korban Perampokan

“Saya ketemu Minggu malam masih biasa-biasa saja, masih bisa jalan dan komunikasi,” katanya.

Matsuaji mengaku, korban sempat mengeluh pada temannya jika dia merasakan sesak nafas. Bahkan saat makan sudah terasa tersendat dan sakit kepala.

Petugas dari Polsek Trowulan yang datang ke lokasi langsung memasang garis polisi dan memeriksa sejumlah saksi mata. Beberapa barang korban yang ditemukan seperti tas berisi baju, tasbih dan jam tangan diamankan petugas.

Setelah olah TKP dan pemeriksaan di sekitar tubuh korban, mayat tersebut dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Dokter Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto untuk diautopsi. Dugaan sementara, korban meninggal karena sakit.


Editor : Umaya Khusniah